BANTUL – Di tengah maraknya orientasi pendidikan yang sering kali menitikberatkan pada capaian akademik dan perolehan nilai, persoalan etika dan karakter peserta didik menjadi perhatian berbagai pihak. Menjawab fenomena tersebut, Jogja Belajar melalui program JBR Ngepodcast berkolaborasi dengan Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar diskusi bertajuk “Sekolah Tanpa Etika, Saat Rangking Lebih Dipuja dari Hormat pada Orang Tua” pada Senin (15/6/2026) pukul 10.00 WIB yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan pendidik, termasuk guru MAN 2 Bantul, Khuzaifah. Podcast menghadirkan narasumber Arni Tyas Palupi Anggota Komisi D DPRD DIY, dengan dipandu oleh host Viecintia Rina dan Bara Zulfa. Diskusi berlangsung menarik karena mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan pendidikan saat ini.
Dalam pemaparannya, Arni Tyas Palupi menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang lebih mengutamakan prestasi akademik dibandingkan pembentukan karakter. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya nilai rapor atau peringkat siswa, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam menerapkan etika, menghormati orang tua, menghargai guru, serta berinteraksi secara baik dengan lingkungan sekitar.
Tema yang diangkat dalam podcast tersebut menjadi refleksi bagi dunia pendidikan untuk kembali menempatkan adab sebagai fondasi utama dalam proses belajar. Ilmu pengetahuan yang tinggi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dibarengi dengan akhlak dan karakter yang baik.
Khuzaifah mengaku memperoleh banyak wawasan dari diskusi tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran di madrasah. Ia menilai bahwa pembentukan sikap hormat kepada orang tua, guru, dan sesama harus terus ditanamkan agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. “Podcast ini memberikan pengingat bagi kita semua bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh angka dan prestasi akademik. Karakter, etika, dan sikap hormat kepada orang tua maupun guru harus tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi atas partisipasi Khuzaifah dalam mengikuti kegiatan yang memperkaya wawasan pendidikan tersebut. Menurutnya, guru perlu terus mengikuti perkembangan isu-isu pendidikan agar mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada peserta didik.
“Topik yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Madrasah tidak hanya bertugas mencetak siswa yang berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, santun, dan memiliki kepedulian terhadap keluarga serta lingkungan. Kami mengapresiasi guru yang aktif mengikuti forum-forum edukatif seperti ini,” tutur Nur Hasanah Rahmawati.
Melalui kegiatan JBR Ngepodcast ini, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya mengejar prestasi akademik. Nilai-nilai etika, adab, dan penghormatan kepada orang tua serta guru harus tetap menjadi bagian utama dalam membentuk generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan bermartabat. (khz)






