TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jual Jam Demi Tanaman, Marno Wujudkan Cita-Cita Sejak Kecil

Rabu, 21 Mei 2025 | 5:56 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 239

Sukoharjo – Teliksandi.id. Bermula dari kecintaannya terhadap tanaman sejak duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR), Marno—pengusaha tanaman asal Sukoharjo—menempuh jalan penuh tekad dan pengorbanan demi mewujudkan cita-citanya. Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah ketika ia rela menjual jam tangan Alba miliknya demi membeli tanaman.

“Waktu itu saya jual jam seharga Rp500 ribu. Saya belikan tanaman dan dapat satu bak mobil penuh,” kisah Marno kepada teliksandi.id di halaman bisnis tanamannya, Taman Mutiara Pak Marno, yang berlokasi di Mayang, Gentan, Sukoharjo, Rabu (21/5/2025).

Usaha tanaman ini tidak lahir secara instan. Marno mengawali perjalanannya dengan berjualan tanaman di kawasan Mangkunegaran pada tahun 1967 hingga 1979. Kemudian ia pindah ke Pasar Nongko pada tahun 1980. Seiring waktu, bisnisnya berkembang dan mulai melayani pemesanan dalam partai besar maupun kecil—dari kampus hingga rumah sakit. Bahkan, salah satu pejabat menjadi pelanggan setianya.

“Kampus UNS dan beberapa rumah sakit menjadi pelanggan kami,” ujar Marno bangga.

Perjalanan bisnis tentu tidak selalu mulus. Marno mengakui adanya suka dan duka dalam menjalankan usahanya. “Sukanya kalau ada pesanan besar. Dukanya, ya kalau jualan sepi. Tapi tetap kami syukuri, karena rezeki itu pemberian dari Yang Maha Kuasa,” ungkapnya penuh keyakinan.

Lahir sebagai anak pertama dari sepuluh bersaudara, Marno tumbuh dalam tempaan didikan keras namun penuh kasih dari kedua orang tuanya—Ayah Atmo Suwito, seorang petani, dan Ibu Semi, seorang pedagang. Nilai-nilai hidup yang ditanamkan orang tuanya masih ia pegang erat hingga kini.

“Saya selalu ingat pesan orang tua: sebagai anak mbarep (sulung), harus jadi contoh. Makan seadanya, sopan santun kalau berjalan di depan orang tua. Itu saya terapkan sampai sekarang. Alhamdulillah, adik-adik saya juga mengikuti, bahkan kalau berbicara masih menggunakan bahasa Jawa alus. Itu yang bikin saya bahagia—keluarga saya rukun,” tuturnya haru.

Kini, Marno berharap bisnis tanaman yang ia rintis dengan penuh perjuangan bisa terus berjalan sukses dan diwariskan kepada anak-anaknya.

“Semoga usaha ini lancar dan sukses. Saya berharap anak-anak bisa meneruskan perjuangan saya,” pungkasnya. (Uci/red)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID