Bantul, 4 September 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus berkomitmen mendukung penguatan literasi ekonomi syariah di kalangan siswa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan partisipasi dalam Seleksi Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Seleksi tahap penyisihan dilaksanakan pada Kamis, 4 September 2025 pukul 14.00–15.30 WIB di Laboratorium Multimedia MAN 2 Bantul. Seluruh peserta mengerjakan ujian dengan sistem Computer-Based Test (CBT), sehingga proses berlangsung lebih terukur, transparan, dan sesuai standar nasional.
Berdasarkan surat rekomendasi resmi Kepala MAN 2 Bantul, tim madrasah terdiri dari tiga siswa terbaik yang siap mengharumkan nama almamater di kancah nasional. Mereka adalah:
- Miftakhul Jannah (XI D) – Ketua Tim
- Seldnadia Wening Prahabsti (XI D) – Anggota Tim
- Dini Maymuna (XI B) – Anggota Tim
Ketiga siswa tersebut dipilih karena memiliki kemampuan akademik yang baik, minat kuat terhadap ekonomi syariah, serta dedikasi tinggi dalam mengikuti pembinaan yang dilakukan madrasah. Mereka didampingi oleh guru pembimbing Fitria Endang Susana, yang telah memberikan arahan, motivasi, dan persiapan teknis menjelang pelaksanaan seleksi.
Partisipasi MAN 2 Bantul dalam OESN bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dukungan madrasah terhadap program nasional dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah. Kompetisi ini sekaligus menjadi media pembelajaran yang kaya manfaat. Beberapa tujuan penting dari keikutsertaan ini antara lain:
- Menumbuhkan semangat kompetitif dan berprestasi di kalangan siswa.
- Memberikan pengalaman berharga mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional.
- Membuka kesempatan bertukar wawasan dan membangun jejaring antar siswa dari berbagai daerah.
- Meningkatkan pemahaman mendalam tentang praktik ekonomi syariah yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam membentuk generasi unggul. “Partisipasi siswa dalam OESN bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari upaya membentuk generasi muda yang literat, berdaya saing, dan siap berkontribusi untuk pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” ujarnya.
Seleksi penyisihan OESN 2025 dilakukan secara daring (online) dengan aturan yang sangat ketat agar kompetisi berlangsung adil dan objektif. Mekanismenya adalah sebagai berikut:
- Tim terdiri dari tiga siswa, tetapi soal dikerjakan secara individu.
- Soal berbentuk pilihan ganda seputar ekonomi dan keuangan syariah.
- Nilai setiap anggota tim dijumlahkan untuk menentukan skor total tim.
- Sistem CBT secara otomatis merekam jawaban dan mengunci hasil ketika waktu ujian berakhir.
- Tim dengan skor tertinggi di tiap regional berhak lolos ke tahap semifinal regional.
- Jika ada skor sama, penentuan kelolosan berdasarkan waktu tercepat dan minim pelanggaran.
- Peserta dilarang bekerja sama, dilarang didampingi guru di ruang ujian, serta tidak boleh menggunakan alat bantu tidak sah seperti catatan, gawai, atau bahkan teknologi berbasis AI.
Dengan mekanisme tersebut, setiap siswa dituntut untuk mengandalkan kemampuan dan pengetahuan sendiri. Sistem ini juga dirancang agar benar-benar mengukur kesiapan peserta dalam memahami konsep ekonomi syariah, bukan sekadar menghafal teori.
Melalui partisipasi dalam OESN 2025, MAN 2 Bantul berharap siswa dapat memetik banyak manfaat, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri. Kompetisi ini menjadi sarana untuk menantang kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, sekaligus menyiapkan siswa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Lebih dari itu, pengalaman mengikuti OESN akan semakin memotivasi siswa untuk mendalami literasi ekonomi syariah. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan doa seluruh civitas akademika, MAN 2 Bantul optimistis bahwa tim yang dikirimkan mampu menorehkan prestasi terbaik dan mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional.






