TELIKSANDI
NEWS TICKER

Memperkuat Fondasi Bangsa: Siswa MAN 2 Bantul Ikuti Kegiatan “Harmoni Class”

Kamis, 4 Desember 2025 | 2:27 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 74

Bantul, 4 Desember 2025 – Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul hari ini menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk “Harmoni Class,” sebuah inisiatif untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Acara diikuti oleh siswa MAN 2 Bantul dan menampilkan pesan kunci dari Menteri Agama, KH Nasarudin.

Menteri Agama KH Nasarudin, yang menyampaikan sambutan secara daring, menegaskan peran krusial generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa. Beliau menekankan bahwa Indonesia, dengan kebhinekaannya, membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kematangan moral dan kecerdasan emosional yang tinggi.

“Harmoni Class adalah upaya bersama untuk memastikan generasi muda dibekali dengan modal utama berbangsa, yakni kematangan moral dan kemampuan membawa ide-ide cinta toleransi,” ujar KH Nasarudin. Beliau menambahkan, ide-ide toleransi inilah yang akan menjadi perekat dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, pemuda adalah agen perubahan yang harus mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan, bukan sumber perpecahan. Pesan ini disambut antusias oleh siswa, yang terlihat menyimak setiap materi dengan penuh perhatian.

Kepala MAN 2 Bantul, Drs. H. Ulum, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari komitmen madrasah dalam membentuk karakter siswa yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar teori. Ini adalah upaya nyata untuk memahami regulasi kerukunan antarumat beragama di negara kita, serta mendorong kolaborasi pemuda lintas iman,” jelas Bapak Ulum. Ia berharap, setelah mengikuti kelas ini, siswa MAN 2 Bantul dapat menjadi inisiator perdamaian di lingkungannya.

Sesi diskusi diisi oleh narasumber dari Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dan tokoh-tokoh muda lintas iman setempat. Materi berfokus pada pentingnya dialog terbuka, saling menghormati ritual ibadah, dan menghindari ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan sosial.

Salah satu siswa peserta, Fatimah, mengungkapkan pandangannya: “Saya jadi lebih paham bahwa menjaga kerukunan tidak cukup hanya dengan diam. Kita harus aktif berdialog dan mencari kesamaan, agar bisa hidup berdampingan dengan damai di masa depan.”

Harmoni Class di MAN 2 Bantul menegaskan kembali peran strategis pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Dengan bekal wawasan dan praktik kolaboratif yang didapatkan, siswa MAN 2 Bantul diharapkan siap menjadi motor penggerak moderasi beragama dan teladan bagi generasi sebaya.

Kegiatan ditutup dengan ikrar bersama untuk senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta menjadikan toleransi sebagai nafas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID