TELIKSANDI
NEWS TICKER

PC IPNU Boyolali Tegaskan Posisi Strategis Pelajar dalam Arus Pemberantasan Korupsi

Jumat, 11 Juli 2025 | 5:28 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 300

Surakarta, 11 Juli 2025 – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Boyolali turut ambil bagian dalam diskusi publik bertajuk “Pasang Surut Pemberantasan Korupsi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MARAK), bertempat di Omah Sinten, jantung kota budaya Surakarta. Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh dialektika ini menghadirkan narasumber dengan kredibilitas intelektual dan rekam jejak yang kuat dalam bidang antikorupsi: Prof. Dr. Adi Sulistiyono (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret), Alif Basuki (Mantan Direktur PATTIRO Surakarta sekaligus aktivis LSM antikorupsi), dan Muhammad Hatta (Anggota DPR RI). Adapun jalannya diskusi dimoderatori oleh Ketua PWI Surakarta, Anas Syahrul A.

PC IPNU Boyolali hadir sebagai representasi dari entitas pelajar yang tidak hanya bergerak dalam sektor keagamaan dan pendidikan, tetapi juga mengambil posisi aktif dalam membangun kesadaran publik terhadap problematika bangsa, utamanya praktik korupsi yang sistemik dan berlapis. Delegasi IPNU Boyolali dipimpin langsung oleh Ketua Cabang, Rekan Landung Azbarkati atau yang akrab dikenal dengan panggilan Cak Andong, didampingi beberapa pengurus lainnya.

Dalam sesi refleksi pasca-diskusi, Cak Andong menyampaikan pandangan kritis yang menohok terhadap situasi aktual pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, korupsi telah menembus batas rasionalitas birokrasi dan menjadi ancaman serius terhadap cita-cita keadilan sosial yang diamanatkan dalam konstitusi.

“Korupsi di Indonesia bukan sekadar pelanggaran administratif atau kriminalitas elite, melainkan bentuk kegagalan struktural dalam membangun tatanan etika publik. Ketika lembaga-lembaga negara gagal menjaga integritasnya, maka sejatinya kita sedang menyaksikan degradasi moral dalam skala nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua PC IPNU Boyolali tersebut menekankan pentingnya pelajar dan kaum muda sebagai aktor transformatif dalam gerakan antikorupsi. Ia menyebut bahwa pendidikan karakter yang selama ini digaungkan tidak boleh berhenti di ruang-ruang kelas, tetapi harus menemukan ekspresinya dalam keberanian bersikap terhadap ketidakadilan dan penyimpangan kekuasaan.

“Pelajar hari ini adalah pemegang estafet masa depan. Jika kami tidak diberi ruang untuk berpikir kritis dan bersikap tegas terhadap praktik korupsi, maka demokrasi akan kehilangan fondasinya. IPNU memandang pentingnya membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan etika,” tegasnya.

Cak Andong juga menyoroti adanya fenomena banalitas korupsi—di mana praktik korupsi dianggap lumrah bahkan dalam skala mikro—yang justru memperlihatkan kegagalan bangsa ini dalam membangun budaya malu dan rasa bersalah terhadap pengkhianatan publik. Dalam konteks itu, IPNU berkomitmen untuk mendorong gerakan literasi antikorupsi di kalangan pelajar dan pesantren sebagai bentuk perlawanan ideologis terhadap banalitas tersebut.

“Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan elite politik atau struktur birokrasi saja. Harus ada keberanian dari elemen masyarakat sipil, termasuk pelajar, untuk memutus rantai permisivitas terhadap korupsi. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal peradaban,” pungkasnya.

Partisipasi PC IPNU Boyolali dalam diskusi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa organisasi pelajar berbasis Islam tradisionalis seperti IPNU memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masa depan bangsa. Di tengah arus pragmatisme politik dan apatisme generasi muda, IPNU justru ingin membangun tradisi baru: pelajar yang berani berpikir, bersuara, dan bertindak untuk perubahan.

Sebagai penutup, Cak Andong menyampaikan bahwa IPNU Boyolali akan terus membuka ruang-ruang pendidikan publik yang mengintegrasikan nilai keislaman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Dalam pandangannya, korupsi bukan hanya kejahatan terhadap hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah Ilahi.

 (Redaksi : Alvin)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID