Kabupaten Tegal — Teliksandi.id, Senin, 9 Juni 2025. Proyek pembangunan Bendungan Irigasi Dana Wari di Kabupaten Tegal yang menelan anggaran sebesar Rp65 miliar dari APBN menuai sorotan dari masyarakat dan wisatawan lokal. Proyek yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana tersebut, menurut Ronni Bernard selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa 1, merupakan bagian dari program nasional di sektor pengairan. Namun di lapangan, proyek tersebut justru menimbulkan kebingungan karena tidak adanya papan informasi resmi yang terpasang di lokasi.
Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut mengeluhkan ketiadaan informasi yang menjelaskan detail proyek. Mereka mengaku tidak mengetahui apakah pembangunan ini merupakan proyek pemerintah atau swasta, mengingat tidak ada penjelasan mengenai tujuan, pelaksana, anggaran, ataupun waktu pengerjaan. Kondisi ini membuat sebagian pengunjung merasa was-was dan enggan berlama-lama di lokasi karena kurangnya kejelasan terkait aktivitas yang sedang berlangsung.

Selain itu, beberapa warga menilai bahwa tidak adanya papan proyek justru menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Padahal proyek ini berada di area yang sering dilalui wisatawan lokal maupun warga sekitar, sehingga informasi yang terbuka dan transparan menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Beberapa pengunjung bahkan mengaku sempat mencari informasi secara daring namun tidak menemukan kejelasan apa pun mengenai proyek tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah kawasan tersebut aman untuk dikunjungi.
Ketiadaan informasi juga dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam hal komunikasi publik, terlebih mengingat nilai proyek yang cukup besar. Warga dan pengunjung berharap agar pemerintah daerah maupun kontraktor pelaksana dapat segera memberikan klarifikasi melalui penjelasan resmi serta pemasangan papan proyek yang memuat rincian kegiatan. Mereka menilai bahwa transparansi informasi sangat penting, bukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana publik, tetapi juga untuk memastikan masyarakat merasa aman dan memahami manfaat proyek tersebut bagi daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak pelaksana proyek. Masyarakat berharap ke depan, proyek-proyek besar yang menggunakan dana negara bisa lebih terbuka dan akuntabel, agar tidak menimbulkan kebingungan dan keresahan, khususnya di wilayah yang menjadi tujuan wisata seperti Dana Wari.
(Red: Lia)






