TELIKSANDI
NEWS TICKER

“Sinau Bareng Boyolali” Menapaki Usia 1,5 Tahun: Ruang Pemuda untuk Belajar, Berbudaya, dan Menyuarakan Ekspresi

Selasa, 1 Juli 2025 | 12:52 am
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 291

Boyolali, 30 Juni 2025 — Di tengah krisis ruang ekspresi dan minimnya wahana dialektika di akar rumput, komunitas pemuda “Sinau Bareng” terus mengukuhkan dirinya sebagai ruang kultural yang egaliter, terbuka lintas latar, dan tahan uji waktu. Malam ini, edisi ke-18 diselenggarakan sebagai penanda usia satu tahun enam bulan keberlangsungan komunitas yang lahir dari keresahan dan harapan anak-anak muda di Boyolali bagian utara.

Berbeda dengan forum diskusi biasa yang bersifat eksklusif dan elitis, Sinau Bareng Boyolali lahir dari semangat kolektif untuk belajar bersama tanpa sekat. Tidak hanya forum diskusi, komunitas ini juga rutin menghadirkan elemen-elemen kebudayaan seperti pembacaan puisi, pertunjukan musik akustik, pemutaran film, hingga pentas teater mini. Malam ini, dalam edisi ke-18 yang berlangsung hangat dan penuh semangat, digelar pula panggung bebas ekspresi — ruang di mana siapa pun boleh tampil, menyampaikan keresahan, menyuarakan cinta, maupun mengekspresikan gagasan dalam bentuk apapun.

Konsistensi komunitas ini tidak sekadar terletak pada keberlangsungan edisinya, tetapi lebih dalam lagi: pada keberaniannya merawat nalar, merawat kesenian, dan merawat keberagaman pikiran serta perasaan.

Tri Yulian Kurnia, atau yang akrab disapa Bung Iyan — salah satu dari banyak pegiat yang menjadi ruh dari dinamika komunitas ini — dalam pengantar edisi malam ini menegaskan:

“Di tengah masyarakat yang makin dibisukan oleh algoritma dan kesibukan semu, Sinau Bareng adalah ruang di mana kita belajar merdeka — bukan hanya merdeka berpikir, tapi juga merdeka mengungkapkan, merdeka meragukan, dan merdeka mencinta. Ini bukan sekadar forum, ini adalah napas panjang sebuah ikhtiar kebudayaan.”

Selama 18 edisi berjalan, Sinau Bareng telah membuktikan bahwa komunitas bukanlah sekadar kerumunan, melainkan rumah bagi mereka yang ingin berpikir dan merasa dengan jujur. Dengan wajah yang terus berkembang, komunitas ini membuka harapan baru bagi tumbuhnya tradisi intelektual dan kultural di Boyolali dari pinggiran — dari utara — dari mereka yang tak selalu didengar, tetapi terus berbicara.

Untuk menjadi bagian dari edisi selanjutnya, siapa pun dapat bergabung. Tidak perlu undangan, tidak perlu gelar, cukup membawa semangat belajar dan keberanian untuk menyuarakan isi hati.

(Redaksi : Cak Andong)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID