TELIKSANDI
NEWS TICKER

Wawan: Ketum DPD Jawapes Jatim Menduga, Lemahnya Pantauan Akan Kualitas Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Kota Pasuruan

Senin, 7 Maret 2022 | 5:55 pm
Reporter:
Posted by: admin
Dibaca: 81

Pasuruan | TELIKSANDI.id – Ditengah keluhan masyarakat atas mahal dan kelangkaan minyak goreng di pasaran saat ini merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam pengolahan makanan yang sangat penting diperhatikan kualitasnya.

Wawan Ketum DPD Jawa Timur, LSM Jawapes (Jaringan Warga Peduli Sosial), menilai bahwa minyak goreng yang pada umumnya digunakan masyarakat Indonesia adalah minyak sawit. Ia mengatakan, menurut SNI 01-3741-2013 minyak goreng adalah bahan pangan dengan komposisi utama trigliserida yang berasal dari bahan nabati, dan dengan atau tanpa perubahan kimiawi, termasuk hidrogenesis, pendinginan dan telah melalui proses refinasi atau pemurnian yang digunakan untuk menggoreng.

“Kualitas minyak goreng
ditentukan dari komponen asam lemak penyusunnya, yakni asam lemak jenuh, kemampuan minyak untuk terurai pada suhu
tinggi. Kualitas minyak goreng dapat diketahui dengan pengujian parameter secara kimia dan fisika. Secara kimia kualitas mutu minyak dapat digambarkan melalui beberapa parameter seperti bilangan peroksida, kadar asam lemak bebas dan bilangan asam,” ungkapnya, Sabtu (05/03/2022).

Sementara itu, minyak goreng curah yang biasanya dijual di pasar – pasar tradisional yang ada di kota pasuruan tanpa menggunakan merek atau label produk, dan ditempatkan di jerigen besar atau drum dan di jual literan kepada para konsumen dengan harga yang relatif lebih murah.

Oleh sebab itu, Masih kata Wawan, menyampaikan bahwa minyak goreng curah masih menjadi daya tarik bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di Kota Pasuruan pada umumnya para pelaku pedagang gorengan tanpa melihat mutu minyak goreng itu sendiri.

Sebagai mana sering kita jumpai akan peredaran minyak goreng curah di pasar – pasar tradisional dan patut kita duga bahwa rawan pendaurulangan minyak goreng bekas menjadi minyak goreng baru yang dijual tanpa kemasan
dan label (curah) menjadi dasar peneliti pihak dinas terkait sebagai fungsi kontrol akan kelayakan konsumsi dan kesehatan masyarakat agar untuk melakukan sidak dan meneliti kualitas minyak goreng curah yang dijual di pasar tradisional di Kota Pasuruan.

“Berdasarkan latar belakang di atas dinas terkait sebagai kontrol dan peneliti melakukan penelitian supaya dapat mengetahui kualitas minyak goreng yang beredar dipasaran seluruh wilayah kota Pasuruan guna untuk mengetahui dan memenuhi apakah standar mutu SNI 01-
3741-2013.” Tandasnya (Rahmat)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID