Pemalang, teliksandi.id – Salah satu daerah di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai wilayah yang relatif tenang di jalur Pantura. Kabupaten di Jawa Tengah ini menyimpan beragam potensi wisata alam, khususnya di kawasan selatan yang berada di lereng Gunung Slamet. Memasuki tahun 2026, wisata alam di Pemalang menarik minat wisatawan dengan menawarkan udara sejuk, panorama alam yang masih terjaga, serta konsep wisata kekinian yang ramah bagi semua kalangan.
Daya tarik wisata Pemalang terletak pada karakter bentang alamnya yang lengkap. Pemalang memiliki kawasan pesisir di wilayah utara, pusat aktivitas perkotaan di bagian tengah, serta perbukitan dan pegunungan berhawa sejuk di wilayah selatan. Kombinasi tersebut menjadikan Pemalang sebagai pilihan ideal untuk liburan singkat bagi wisatawan yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk rutinitas harian.
Di antara banyaknya destinasi wisata alam Pemalang, Bukit Tangkeban atau Taman Langit menjadi salah satu tujuan yang paling menyita perhatian wisatawan. Berada di ketinggian sekitar 1.250 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menyuguhkan panorama Gunung Slamet dari jarak dekat, pemandangan yang tergolong langka di wilayah Pemalang.
Bukit Tangkeban tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengusung konsep wisata modern dengan menyediakan beragam spot foto estetik. Salah satu daya tarik utamanya yakni jembatan kaca di area Taman Langit yang menghadirkan sensasi seolah berdiri di atas awan dengan latar pegunungan hijau yang memanjakan mata.
Dari sisi fasilitas, Bukit Tangkeban terbilang cukup lengkap. Pengelola menyediakan area camping dengan konsep terasering bagi wisatawan yang ingin bermalam, sirkuit ATV untuk pencinta aktivitas adrenalin, serta ARCafe yang menjadi tempat favorit untuk menikmati minuman hangat sambil memandang hamparan lembah. Sebagai pelengkap pengalaman wisata, tersedia pula penyewaan kostum tradisional seperti Hanbok dan Kimono untuk menunjang aktivitas berfoto.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Bukit Tangkeban yakni pada pagi hari guna menikmati matahari terbit atau sore menjelang senja. Karena suhu udara di kawasan Bukit Tangkeban cukup dingin, pengunjung disarankan mengenakan jaket tebal.
Selain wisata dataran tinggi, Pemalang juga memiliki destinasi alam yang lebih alami dan menantang, salah satunya Kedung Bening. Lokasi yang kerap dijuluki sebagai “Grand Canyon” Pemalang, karena memiliki cekungan air alami yang diapit tebing batu dengan formasi unik dan eksotis.
Kedung Bening menawarkan kolam air berwarna hijau toska yang jernih, terbentuk dari reaksi mineral batuan di sekitarnya. Tebing-tebing batu yang terukir secara alami oleh aliran air menciptakan kesan artistik dan alami, menjadikan lokasi ini cocok bagi wisatawan yang menyukai suasana alam yang masih tersembunyi dan belum terlalu ramai.
Jika Bukit Tangkeban menawarkan fasilitas modern, Kedung Bening justru menyuguhkan ketenangan wisata alam yang masih alami. Suasana hening dengan suara aliran air dan udara pegunungan yang sejuk menjadikannya tempat ideal untuk healing. Airnya yang dingin dan segar pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin berenang di kolam alami.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Kedung Bening yakni saat musim kemarau. Pada musim hujan, air cenderung keruh dan jalur trekking menuju lokasi menjadi licin. Pengelola menyarankan pengunjung menggunakan alas kaki khusus kegiatan outdoor serta tetap memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat beraktivitas di sekitar kolam
Secara keseluruhan, Pemalang menawarkan kombinasi menarik antara wisata pegunungan, ketenangan alam, dan sentuhan wisata modern. Dengan karakter wilayah yang relatif tenang dan belum terlalu padat wisatawan, Pemalang layak dipertimbangkan sebagai destinasi liburan alternatif di Jawa Tengah pada tahun 2026.

Terkait kondisi pascabanjir yang sebelumnya melanda wilayah Penakir dan sekitarnya, pengelola Bukit Tangkeban Depriyono, S.Pd., memastikan bahwa kawasan wisata Taman Langit tetap aman untuk dikunjungi. Pengelola menegaskan bahwa lokasi wisata berada di area yang tidak terdampak langsung bencana banjir.
“Untuk Bukit Tangkeban sendiri kondisinya aman. Area wisata tidak terdampak banjir, dan sampai sekarang aktivitas kunjungan berjalan normal,” ujar Depriyono saat ditemui, Selasa (2/2/2026).
Ia menambahkan, pihak pengelola secara rutin melakukan pemantauan kondisi lingkungan serta akses jalan menuju lokasi wisata guna menjaga keselamatan pengunjung serta mendukung keberlanjutan sektor wisata di kawasan selatan Pemalang.
“Kami terus melakukan pengecekan, baik di area wisata maupun jalur akses. Ini penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” tambahnya.
Redaksi: Widodo






