TELIKSANDI
NEWS TICKER

Akibat Ulah Pengusaha Galian C Padang Pariaman Hancur

Jumat, 8 November 2019 | 9:41 pm
Reporter:
Posted by: admin
Dibaca: 552

Padang Pariaman TelikSandi.id – Kabupaten Padang Pariaman sungguh potensi dan menjanjikan, Karena potensi sumber daya alam yang cukup banyak dan berkualitas tinggi untuk dimanfaatkan untuk berbagai pembangunan baik   batu untuk penahan ombak, batu Gajah diolah untuk kerikil untuk pelapis jalan sebelum diaspal. Bukan hanya Batu saja akan tetapi tanah untuk timbunan dan pasir. Dari hasil sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Padang Pariaman jika dilihat secara kasat mata memang melimpah ruah dan terbukti banyak daerah lain seperti Kota Padang, Kabupaten Agam dan daerah lainnya mengambil bahan galian C ini dari Kabupaten Padang Pariaman.

Karena deras permintaan bahan galian C baik dari dalam maupun luar daerah yang tentunya berdampak penyusutan potensi sumber daya alam tadi. Dan ironisnya lagi para penambang tidak pernah peduli terhadap terganggunya ekosistem juga ambruknya jembatan akibat penggalian batu serta kendaraan yang melalui jembatan  disekitar padang sago dan jembatan koto buruan jalan lingkar.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Pariaman, melalui Kabid Perizinan, Heri Sugiarto dengan tegas menerangkan bahwa hanya ada 18 usaha penambangan galian C yang diberikan rekomendasi termasuk alat berat. Untuk kawasan penambangan galian C hanya berada pada lokasi atau wilayah Kecamatan Lubuk Alung, Pasir Laweh, Singguling dan Tandike. Sedangkan yang telah beroperasi dan punya rekomendasi hanya 3 perusahaan. CV. Putra Jujuhan Mandiri untuk pengambilan batu di Tandike. CV. Sumatra Alam Raya dan  Julkifli Jailani, kata Heri ketika ditemui, Kamis 7/11 di Pariama. Ditambahkannya, memang saat kini kondisi daerah mengalami kerusakan akibat maraknya penggalian pasir, kerikil, batu dan tanah. Akibatnya tentu longsor dan banjir bandang selain ada juga robohnya jembatan. Namun untuk kedepan kita berharap kepada investor untuk kiranya dapat pula memikirkan dan memberikan kontribusi untuk perbaikan pembangunan baik jalan maupun jembatan ,”  ya, setidaknya ada rasa kepedulian pengusaha untuk bergotong royong membangun kampung,” pinta Kabid.

Pengambilan bahan galian C memang ada yang punya rekomendasi dan izin dari Propinsi Sumatra Barat. Tapi ada pula yang tidak memiliki rekomendasi, seperti pengambilan pasir dengan alat manual. Yang jelas apapun bentuknya, kami telah melaksanakan pemberian teguran secara lisan pada penambang tanah maupun kerikil dan pasir di bawah Jembatan Campaign Barat Dan Jembatan Simpang Limun. (Desleo)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID