Surakarta | TELIKSANDI.id – Tegas dan rendah hati, itulah sosok Bambang Soerodjo, B.E., S.H., yang akrab disapa Bambang. Sejak kecil, ia telah bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Kariernya dimulai di dunia bisnis perminyakan di Kalimantan, yang menjadi ladang rezekinya hingga kini.
Bambang menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 6 Surakarta. Di sekolah itulah ia satu bangku dengan Joko Widodo, yang kini dikenal sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7. Persahabatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
“Saya bangga menjadi teman Joko Widodo, atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, meskipun saat ini beliau sedang menjadi sorotan karena dugaan ijazah palsu yang dilayangkan oleh beberapa pihak,” ujarnya.
Mendengar adanya sidang dugaan ijazah palsu yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Bambang langsung terbang dari Kalimantan ke Solo untuk memberikan kesaksian pada persidangan yang berlangsung Kamis (24/4/2025).
“Begitu tahu hari Kamis ada sidang, saya langsung terbang ke Solo dan memberikan kesaksian. Saya prihatin, kenapa Jokowi bisa menjadi bulan-bulanan dan terus ‘digoreng’ beritanya,” tegas Bambang.
Sebagai teman dekat yang duduk sebangku sejak kelas 1 hingga kelas 3 IPA di SMAN 6 Surakarta, Bambang mengenal Jokowi sebagai sosok pendiam, cerdas, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Dia (Jokowi) sering ‘jajakke’ alias membelikan saya makanan. Saya selalu ingat kebaikan-kebaikannya itu,” kenangnya.
Bambang juga menceritakan momen masa sekolah saat mereka saling bertanya tentang cita-cita. “Saya bilang ingin jadi dokter. Saat saya tanya balik, dia menjawab ingin jadi Presiden, sambil menunjuk gambar Istana Negara,” ujarnya.
Ia berharap polemik dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat ini segera berakhir. “Sejak di Jakarta, isu ijazah palsu sudah dicabut gugatannya. Tapi kenapa di Solo ini muncul lagi, saya kurang paham. Semoga permasalahan ini cepat selesai dan negara menjadi aman serta damai,” pungkasnya. (Uci/Red)






