Bantul – MAN 2 Bantul bekerja sama dengan PT Pegadaian menggelar kegiatan sosialisasi bertema bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At Ta’awun, kompleks MAN 2 Bantul, pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat benteng siswa dari ancaman judi online dan pinjaman online ilegal yang saat ini semakin masif menyasar berbagai kalangan, tidak terkecuali pelajar.
Materi utama disampaikan oleh perwakilan Pegadaian, Eko Wahyu Subowo. Dalam paparannya, ia mengupas berbagai modus judi online dan pinjaman online ilegal yang kerap beroperasi melalui media sosial dan aplikasi digital, serta dampak buruk yang ditimbulkannya bagi kehidupan generasi muda.
“Kami ingin siswa memiliki kemampuan untuk mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal maupun modus judi online sejak dini, sehingga mereka tidak mudah terjebak di kemudian hari,” ujar Eko Wahyu Subowo.
Ia juga menyoroti pentingnya kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sebagai salah satu langkah preventif. Menurutnya, siswa perlu dibiasakan menyisihkan sebagian pendapatan atau uang saku untuk ditabung maupun diinvestasikan, dengan porsi ideal sekitar 20 persen dari total pendapatan.
“Kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini, minimal 20 persen dari pendapatan, akan membentuk pola pikir keuangan yang sehat. Dengan begitu, siswa tidak mudah tergiur untuk mencari jalan pintas seperti pinjaman online ilegal maupun judi online,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Waka Kurikulum MAN 2 Bantul, Fitria Endang Susana. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen madrasah dalam melindungi siswa dari berbagai ancaman digital yang dapat merusak masa depan mereka.
“Madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk membentengi siswa, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari ancaman-ancaman di luar itu, termasuk judi online dan pinjaman online ilegal. Kami berterima kasih kepada Pegadaian atas kerja sama ini,” ungkap Fitria Endang Susana.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga siswa MAN 2 Bantul benar-benar memiliki kesiapan dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan.

Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Bantul dan Pegadaian berharap siswa tidak hanya paham secara teori mengenai bahaya judol dan pinjol, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.






