Tegal, 30 Juli 2025 – Teliksandi.id
Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait proyek pembangunan Bendungan Danawari.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada Rabu (30/7/2025) di Restoran Bebakaran, Desa Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ketua Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten Tegal, Irwan Djaelani, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mematangkan pelaksanaan audiensi yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Audiensi ini nantinya akan membahas aspek teknis pembangunan serta menekankan pentingnya transparansi dari pihak pelaksana proyek kepada LSM, media, dan para aktivis di Kabupaten Tegal,” ungkap Irwan.
Ia menambahkan, sinergi antara pelaksana proyek—yakni PT Minarta—dengan elemen masyarakat sipil seperti LSM, media, dan aktivis menjadi hal penting demi terciptanya pembangunan yang partisipatif dan akuntabel.
“Kami berharap, baik pihak BBWS maupun pelaksana proyek dapat merespons positif audiensi ini,” lanjutnya.
Lebih jauh, Irwan menegaskan bahwa inisiatif audiensi ini muncul dari keprihatinan atas kondisi kekeringan yang belakangan melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan gagal panen pada lahan pertanian seluas kurang lebih 250 hektare. Selain itu, audiensi juga merupakan respon atas berbagai laporan dan pemberitaan dari LSM, wartawan, dan aktivis yang menyoroti pembangunan Bendungan Danawari.
“Banyaknya laporan dan masukan dari masyarakat membuat kami tergerak untuk menjembatani komunikasi melalui audiensi ini. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal, masyarakat terdampak, dan seluruh pihak terkait sangat kami harapkan agar proses ini dapat berjalan lancar dan mencapai titik temu yang konstruktif,” jelas Irwan.
Dengan adanya audiensi ini, Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten Tegal berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat terkait pembangunan Bendungan Danawari, serta dapat merasakan langsung manfaat dari proyek tersebut.
(Red: Lia)






