TELIKSANDI
NEWS TICKER

GAPULA Adakan Program “Merawat Nusantara” di Kaki Gunung Slamet, Guci, Kabupaten Tegal

Sabtu, 31 Mei 2025 | 6:35 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 471

Tegal, Jawa Tengah — Sabtu, 31 Mei 2025. Gerakan Pemuda Lestari (GAPULA) baru-baru ini menggelar kegiatan bertajuk “Ekspedisi Merawat Nusantara” dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-424. Acara ini berlangsung di kawasan wisata Guci, yang terletak di kaki Gunung Slamet, dan menjadi ajang berkumpulnya ratusan relawan, aktivis lingkungan, serta komunitas pecinta alam dari berbagai daerah.

Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Panji Sang Petualang, tokoh pecinta alam nasional yang dikenal luas melalui berbagai ekspedisi dan edukasi lingkungan. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Gerakan Pemuda Lestari (GAPULA), kelompok tani setempat, pemerintah daerah Kabupaten Tegal, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya yang memiliki perhatian terhadap isu pelestarian lingkungan.

Program “Merawat Nusantara” ini bertujuan untuk melestarikan alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dalam pelaksanaannya, para peserta melakukan restorasi lahan dan penghijauan untuk mencegah erosi, membersihkan kawasan wisata Guci dari sampah plastik dan limbah non-organik, serta memberikan edukasi kepada pengunjung dan warga setempat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengembangan potensi wisata Guci agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Gunung Slamet, sebagai salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah, memiliki ekosistem yang sangat penting untuk dijaga. Guci sebagai kawasan wisata alam yang berada di sekitarnya pun memerlukan perhatian khusus agar tetap lestari dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Saat ditemui awak media, Panji Sang Petualang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pelestarian kawasan wisata Guci yang berada di kaki Gunung Slamet. Menurutnya, jika tidak dijaga dengan baik, kawasan ini akan mengalami kerusakan ekologis dan kehilangan daya tarik alaminya. Ia juga menuturkan bahwa Gunung Slamet merupakan habitat dari ular naga asli, bukan dalam konteks mitologi, melainkan sebagai spesies indikator alami. Menurutnya, keberadaan ular naga tersebut menunjukkan bahwa kualitas lingkungan masih baik. Jika lingkungan mulai rusak, suhu berubah, dan air tercemar, maka ular naga tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, yang berarti lingkungan di sekitar kaki Gunung Slamet juga berada dalam kondisi kritis.

Melalui kegiatan ini, GAPULA berharap dapat menginspirasi generasi muda dan seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat keindahan alam Indonesia sebagai bagian dari komitmen bersama dalam merawat Nusantara. (Redaksi: Suherman)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID