TELIKSANDI
NEWS TICKER

GOSIP MAN 2 Bantul Ikuti KIPP 2025: Wujudkan Inovasi Solutif dan Berdampak Nyata

Sabtu, 14 Juni 2025 | 2:28 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 484

Bantul, 12 Juni 2025 — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025. Kompetisi ini menjadi wadah penting bagi instansi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan BUMD untuk menampilkan inovasi pelayanan publik yang solutif, berdampak, dan dapat direplikasi.

KIPP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan besar menuju birokrasi yang solutif, di mana instansi publik didorong untuk berinovasi secara kreatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tiga kriteria utama KIPP 2025 adalah kebermanfaatan yang terukur, potensi replikasi di instansi atau daerah lain, serta kemampuan untuk tumbuh menjadi kebijakan publik yang efektif. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang efisien, sederhana, dan berdampak.

Proposal inovasi dikirimkan melalui laman resmi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK), yang dibuka mulai 8 April hingga 13 Juni 2025. Peserta diwajibkan melampirkan dokumen pendukung, surat pernyataan identitas inovator, serta surat kesediaan untuk direplikasi.

MAN 2 Bantul turut ambil bagian dalam KIPP 2025 melalui inovasi Program GOSIP (Grow One Student One Impact Product), sebuah replikasi dari model MAN de MOTEFA milik MAN 2 Kulon Progo. GOSIP merupakan bentuk nyata kontribusi madrasah dalam mencetak wirausahawan muda sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

Program ini terdiri atas empat tahapan strategis. Pertama, tahap persiapan selama tiga bulan, yang mencakup pemetaan minat dan bakat seluruh siswa kelas XI serta pembentukan tim pelaksana. Kedua, tahap pelaksanaan yang berlangsung selama delapan bulan, di mana siswa mengikuti pelatihan kewirausahaan dan digital marketing, serta mulai mengembangkan produk atau jasa berbasis potensi lokal.

Pada tahap pelaksanaan, siswa juga diminta untuk mendampingi UMKM di sekitar mereka, khususnya dalam aspek digital marketing. Hal ini menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus memperkuat jejaring kewirausahaan di lingkungan siswa.

Tahap ketiga adalah evaluasi dan scaling up, dengan indikator seperti jumlah produk yang terjual dan tingkat kemandirian siswa. Program ditutup dengan laporan dan rencana pengembangan usaha melalui kemitraan dengan UMKM mitra. Tahap keempat atau pascainkubasi menjadi ruang kontribusi alumni GOSIP untuk terus mendampingi UMKM dari sisi branding, pemasaran digital, hingga strategi pengembangan produk.

GOSIP tidak hanya mencetak siswa yang mandiri secara ekonomi, tetapi juga membentuk ekosistem inovasi di madrasah. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, GOSIP memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar dan menjadi sarana gotong royong antargenerasi melalui kegiatan pendampingan UMKM dan aksi sosial berkala.

Melalui partisipasinya dalam KIPP 2025, MAN 2 Bantul berharap Program GOSIP dapat menjadi contoh praktik baik yang direplikasi secara luas di madrasah maupun sekolah lain. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, GOSIP diyakini mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi, sejalan dengan visi Indonesia Maju 2045.

(Edi S)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID