Ungaran, Semarang – 6 Agustus 2025. Guru Ekonomi dari MAN 2 Bantul turut ambil bagian dalam kegiatan kunjungan lapangan ke PT Nissin Biscuits Indonesia yang berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman para pendidik tentang dunia industri dan aplikasinya dalam pembelajaran ekonomi di sekolah.
Kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025 ini diikuti oleh puluhan guru Ekonomi dari berbagai Madrasah Aliyah se-DIY. Dari MAN 2 Bantul sendiri, kegiatan ini diwakili oleh Ibu Fitria Endang Susana dan Mas Indah Murdaningrum selaku guru mapel Ekonomi yang aktif terlibat dalam kegiatan MGMP tingkat provinsi.
PT Nissin Biscuits Indonesia menjadi pilihan lokasi kunjungan karena kiprahnya yang telah terbukti sebagai salah satu produsen makanan ringan terkemuka di Indonesia, dengan pengalaman sejak tahun 1977. Pabrik yang berlokasi di Ungaran ini memproduksi berbagai jenis biskuit, kraker, kukis, wafer, dan makanan ringan lainnya dengan merek-merek yang dikenal luas di masyarakat Indonesia. Bahkan, produk-produk PT Nissin tidak hanya tersebar di pasar domestik, tetapi juga telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara di dunia.
Rombongan disambut dengan ramah oleh pihak perusahaan dan mendapat kesempatan untuk mengikuti company profile session yang memperkenalkan sejarah perusahaan, lini produk, sistem produksi, dan pencapaian ekspor. Salah satu hal yang disoroti dalam presentasi adalah visi perusahaan, yaitu “Menjadi produsen biskuit yang berkualitas, higienis dan terbaik di Indonesia”. Untuk mencapai visi tersebut, PT Nissin berkomitmen menjalankan misi yang kuat: memproduksi biskuit dengan bahan baku berkualitas, menggunakan teknologi modern, serta ditunjang oleh sumber daya manusia yang unggul dan sistem penjaminan mutu.
Kegiatan dilanjutkan dengan tur pabrik, di mana para peserta diajak untuk melihat langsung proses produksi biskuit dari awal hingga akhir. Mulai dari tahap pencampuran bahan, pembentukan adonan, pemanggangan, pendinginan, hingga proses pengemasan, semua dilakukan secara terstandar dan higienis dengan mesin-mesin modern yang canggih. Para guru tampak antusias melihat bagaimana teori produksi, manajemen kualitas, efisiensi biaya, serta distribusi yang selama ini diajarkan di kelas, ternyata diterapkan secara nyata dan kompleks dalam dunia industri.
Menurut Fitria Endang Susana, kunjungan ini sangat bermanfaat untuk memperkaya referensi pengajaran di kelas. “Bagi guru ekonomi, kunjungan ke industri seperti ini membuka wawasan yang sangat luas. Kita jadi tahu bagaimana proses produksi dalam skala besar berjalan, bagaimana manajemen SDM diterapkan, termasuk bagaimana perusahaan beradaptasi dengan pasar domestik dan ekspor,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini akan sangat berguna untuk menyampaikan materi pelajaran ekonomi seperti konsep produksi, distribusi, perdagangan internasional, hingga strategi pemasaran secara lebih kontekstual dan aktual kepada siswa.
Ketua MGMP Ekonomi MA DIY dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja dan industri. “Kami ingin guru tidak hanya mengajar teori, tetapi bisa mengaitkan teori dengan praktik di lapangan. Ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar guru dari berbagai madrasah, baik dalam hal strategi mengajar, pengembangan modul pembelajaran, maupun integrasi pembelajaran ekonomi dengan isu-isu terkini di masyarakat dan industri. Banyak guru yang menyampaikan bahwa mereka mendapatkan inspirasi untuk membuat project-based learning bertema industri pangan, produksi massal, hingga perdagangan global setelah mengikuti kunjungan ini.
Dengan berakhirnya kunjungan pada sore hari, para peserta kembali ke Yogyakarta dengan membawa pengalaman baru yang akan memperkaya praktik mengajar mereka di madrasah masing-masing. MAN 2 Bantul menyampaikan apresiasi kepada MGMP Ekonomi MA DIY atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap ke depannya kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.






