TELIKSANDI
NEWS TICKER

Inovasi Hijau Berbasis Daur Ulang: MAN 2 Bantul Kembangkan Gerakan Menanam Sayuran Melalui Program Jumat Bertasbih

Sabtu, 29 November 2025 | 9:46 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 62

Bantul, 7 November 2025 – Program Gerakan Menanam Sayuran di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Bantul menjadi salah satu langkah konkret dalam penguatan budaya literasi lingkungan, ketahanan pangan mandiri, dan edukasi kebersihan berbasis praktik langsung. Kegiatan ini mulai diimplementasikan melalui Program Jumat Bertasbih pada edisi pekan pertama, tepatnya pada tanggal 7 November 2025, dan hingga saat ini terus berlangsung secara konsisten sebagai agenda edukatif berkelanjutan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., yang menekankan pentingnya gerakan menanam sebagai bentuk nyata pembelajaran ekologi, pembiasaan budaya gotong royong, serta penguatan karakter cinta lingkungan. Program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai aktivitas bercocok tanam, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran generasi muda dalam menjaga keseimbangan alam melalui langkah sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan pendidikan.

Sebagai inovator kegiatan Jumat Bertasbih, R. Hardi Santoso, S.Pd., selaku Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana MAN 2 Bantul, menggagas konsep pemanfaatan galon bekas Le Mineral sebagai pot tanam kreatif. Galon mineral yang semula menjadi limbah plastik kemudian dikonversi menjadi media bercocok tanam yang fungsional, menarik, dan ramah lingkungan. Proses ini dilakukan melalui tahapan pembersihan, pemotongan galon sesuai ukuran tanam, pembuatan lubang drainase, hingga penataan estetika pot agar layak menjadi bagian dari ekoriparian kebun madrasah.

Jenis tanaman yang dipilih meliputi lombok, tomat, dan cabai sebagai jenis tanaman produktif yang mudah ditanam, memerlukan ruang terbatas, serta memiliki nilai kemanfaatan jangka panjang. Pemilihan jenis tanaman tersebut juga mempertimbangkan karakter iklim tropis kawasan Bantul serta kesesuaian media tanam dalam pot daur ulang. Melalui kegiatan ini, kebun MAN 2 Bantul kini dipenuhi barisan pot galon yang tersusun rapi dan terawat sebagai ikon gerakan urban farming madrasah.

Kegiatan penanaman dalam rangkaian Program Jumat Bertasbih terbagi dalam beberapa tahap terstruktur, meliputi persiapan bibit, pembenahan media tanam, proses pemindahan bibit ke pot, pemeliharaan rutin, serta evaluasi pertumbuhan. Proses pelaksanaan dilakukan secara bergiliran setiap Jumat, sehingga setiap unit kelas berkesempatan terlibat langsung dalam siklus perawatan tanaman. Pendekatan ini menjadikan kegiatan bercocok tanam bukan hanya instruksi, melainkan praktik yang terukur dengan indikator kemajuan yang tercatat secara berkala.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan format kolaboratif yang mengintegrasikan unsur kedisiplinan, kepedulian, dan inovasi. Setiap fase perkembangan tanaman dicatat menggunakan media jurnal monitoring pertumbuhan tanaman. Pemantauan ini dilakukan oleh tim lingkungan madrasah untuk memastikan keberlanjutan kegiatan dan menjaga kualitas hasil gerakan tanam. Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan signifikan pada pertumbuhan tanaman sejak pekan pertama pelaksanaan hingga perkembangan saat ini, ditandai dengan munculnya tunas baru dan perkembangan batang yang semakin kuat.

Program ini tidak hanya berorientasi pada proses menanam, melainkan juga berfungsi sebagai wujud pendidikan lingkungan multidisipliner yang terkait dengan biologi, kimia tanah, seni rupa, dan kewirausahaan. Melalui proses kreatif pembuatan pot, siswa dikenalkan pada konsep desain visual dan pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai. Pada tahap pemeliharaan, peserta pembelajaran diarahkan untuk memahami cara merawat tanaman, mengendalikan hama, serta memberi pupuk organik yang dibuat dari limbah dapur lingkungan madrasah.

Seiring berkembangnya program, kebun madrasah yang awalnya bernilai edukatif kini berkembang menjadi ruang hijau inspiratif. Deretan tanaman tomat, cabai, dan lombok tampak mulai tumbuh subur dalam pot galon daur ulang, memperlihatkan hasil nyata dari gerakan peduli lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan panorama baru di lingkungan MAN 2 Bantul, menghadirkan suasana hijau produktif yang selaras dengan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan implementasi moderasi lingkungan.

Program ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas struktural internal madrasah, mulai dari unit sarana prasarana, pembina lingkungan, tenaga pendidik, hingga siswa sebagai pelaksana teknis budidaya. Dengan dukungan penuh seluruh unsur internal, kegiatan ini dirancang tidak hanya berjalan sementara, tetapi diarahkan menjadi budaya berkelanjutan sebagai bagian dari identitas institusi pendidikan.

Progres pelaksanaan saat ini menunjukkan capaian positif. Beberapa tanaman mulai memasuki fase pembungaan yang menandai awal produksi buah. Hasil panen selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai media lanjut pembelajaran melalui pengolahan kuliner sederhana, riset kecil berbasis laboratorium, hingga edukasi kewirausahaan berbasis produksi pertanian urban.

Melalui program ini, MAN 2 Bantul memperkuat posisi sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, solutif, dan kreatif dalam merespons kebutuhan pendidikan berbasis lingkungan hidup modern. Gerakan Menanam Sayuran melalui Jumat Bertasbih menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan dapat menghasilkan dampak nyata terhadap lingkungan sekaligus pembangunan karakter peserta didik (Edi Susanto).

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID