BANTUL – MAN 2 Bantul menyelenggarakan Workshop Public Speaking bagi Pengurus OSIS Periode 2025/2026, Tim Mandaba Creative, dan Rois pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan pendampingan Pembina OSIS dan guru pendamping sebagai bentuk penguatan kapasitas kepemimpinan dan komunikasi organisasi siswa.
Workshop dirancang untuk meningkatkan kompetensi berbicara di depan publik, penguasaan teknik komunikasi persuasif, serta kepercayaan diri dalam menjalankan peran struktural di lingkungan madrasah. Peserta terdiri atas Pengurus OSIS Periode 2025/2026, Tim Mandaba Creative sebagai tim kreatif madrasah, serta Rois yang memiliki peran strategis dalam kegiatan keagamaan.
Kepala madrasah, Nur Hasanah Rahmawati, dalam arahannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi publik merupakan kompetensi fundamental bagi pemimpin organisasi pelajar. Penyampaian program kerja, laporan kegiatan, hingga koordinasi lintas bidang membutuhkan keterampilan berbicara yang sistematis, lugas, dan beretika.
Menurut penegasan tersebut, penguatan public speaking bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab dan profesional. Organisasi siswa dipandang sebagai laboratorium kepemimpinan yang menuntut kesiapan komunikasi dalam berbagai situasi formal maupun nonformal.
Sambutan pembuka juga disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Nurhayati, yang menekankan pentingnya citra komunikasi organisasi di ruang publik. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa setiap pengurus OSIS dan tim kreatif merupakan representasi wajah madrasah di hadapan publik internal maupun eksternal.
Pernyataan tersebut menyoroti bahwa kualitas penyampaian informasi, ketepatan diksi, serta etika komunikasi akan mempengaruhi persepsi terhadap institusi. Oleh karena itu, penguasaan teknik berbicara di depan audiens dinilai sebagai modal strategis dalam membangun reputasi dan kredibilitas organisasi siswa.
Materi workshop mencakup teknik dasar public speaking, pengelolaan intonasi dan artikulasi, penggunaan bahasa tubuh, serta strategi mengatasi rasa gugup. Peserta memperoleh pembekalan mengenai penyusunan kerangka pidato, teknik membuka dan menutup sambutan secara efektif, serta penekanan pesan utama agar mudah dipahami audiens.
Sesi praktik menjadi bagian utama kegiatan. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan simulasi sambutan, laporan kegiatan, maupun pengantar acara. Evaluasi dilakukan secara konstruktif oleh narasumber dan guru pendamping untuk memberikan umpan balik berbasis observasi langsung terhadap performa peserta.
Pendekatan partisipatif diterapkan melalui diskusi kelompok dan analisis studi kasus komunikasi organisasi. Simulasi memimpin rapat, menyampaikan kritik secara santun, serta mengelola dinamika forum menjadi bagian dari latihan yang dirancang untuk mendekatkan teori dengan praktik nyata.
Kehadiran sekitar sepuluh guru pendamping menunjukkan dukungan institusi terhadap pengembangan soft skills siswa. Sinergi antara pembina OSIS, guru pendamping, dan unsur pimpinan madrasah menciptakan suasana pembelajaran yang terstruktur serta kondusif.
Bagi Tim Mandaba Creative, keterampilan public speaking memiliki relevansi langsung dalam produksi konten informasi dan penyampaian publikasi kegiatan madrasah. Kemampuan berbicara secara jelas dan terarah mendukung efektivitas komunikasi dalam berbagai forum resmi.
Sementara itu, bagi Rois, penguatan kompetensi komunikasi menunjang peran dalam memimpin kegiatan keagamaan, menyampaikan kultum, serta mengkoordinasikan aktivitas kerohanian. Penyampaian pesan keagamaan yang sistematis dan komunikatif diharapkan meningkatkan kualitas pembinaan spiritual di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan workshop selama dua setengah jam disusun dengan alur materi yang sistematis, dimulai dari pemaparan konsep dasar hingga praktik langsung. Waktu dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif.
Data internal madrasah menunjukkan bahwa Pengurus OSIS Periode 2025/2026 memiliki agenda kerja yang padat sepanjang tahun ajaran. Penguatan kompetensi komunikasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh program tersosialisasi dengan baik dan berjalan efektif.
Evaluasi akhir kegiatan menekankan pentingnya latihan berkelanjutan. Public speaking merupakan keterampilan yang berkembang melalui proses pembiasaan dan refleksi. Rekomendasi tindak lanjut berupa praktik rutin dalam setiap kegiatan organisasi menjadi bagian dari kesimpulan workshop.
Melalui penyelenggaraan Workshop Public Speaking pada Kamis, 12 Februari 2026, MAN 2 Bantul menegaskan komitmen terhadap pengembangan kepemimpinan siswa yang komunikatif, percaya diri, dan berintegritas. Dukungan pimpinan madrasah, termasuk pernyataan strategis dari Wakil Kepala Bidang Humas, memperkuat orientasi pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sistematis membangun generasi pemimpin muda yang mampu menyampaikan gagasan secara efektif serta menjaga citra institusi melalui komunikasi yang profesional. Dengan fondasi keterampilan public speaking yang semakin kuat, organisasi siswa diharapkan mampu menjalankan peran strategis secara optimal sepanjang periode kepengurusan 2025/2026. (Edi Susanto)






