TELIKSANDI
NEWS TICKER

Warga Timbangreja, Danawari, dan Lebaksiu Kidul Menjerit Kekurangan Air

Minggu, 27 Juli 2025 | 9:49 am
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 457

Tegal, 26 Juli 2025 – Teliksandi.id

Warga Desa Timbangreja, Danawari, dan Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, saat ini tengah mengalami kekeringan akibat proyek pembangunan Bendungan Danawari. Proyek tersebut menyebabkan pemutusan saluran induk sekunder yang menjadi sumber utama air bersih dan irigasi bagi warga, dengan estimasi waktu pemutusan hingga tiga bulan ke depan.

Warga menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab dan segera menyediakan sumber air alternatif selama masa proyek berlangsung. Mereka juga mendesak agar proyek dipercepat penyelesaiannya demi meminimalkan dampak terhadap kehidupan sehari-hari dan pertanian.

“Kami sangat membutuhkan air untuk kebutuhan harian, tapi sekarang saluran induk sekunder sudah tidak mengalir karena proyek ini. Kami berharap pemerintah segera turun tangan menyediakan air alternatif,” ujar salah satu warga Timbangreja.

Senada dengan itu, warga Danawari juga menyampaikan keluhan serupa. “Kami tidak ingin mengalami kesulitan air lebih lama lagi. Pemerintah harus hadir dan tanggap atas situasi darurat seperti ini,” ucap warga.

Terkait kondisi tersebut, proyek pembangunan Bendungan Danawari merujuk pada payung hukum seperti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara adil dan berkelanjutan.

Menanggapi keluhan masyarakat, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menyampaikan bahwa mereka memahami pemutusan saluran air ini menimbulkan dampak serius bagi warga.

“Kami memahami pemutusan saluran induk sekunder akan menyebabkan kesulitan air bagi masyarakat. Namun, proyek Bendungan Danawari ini sangat penting untuk meningkatkan ketersediaan air dalam jangka panjang di wilayah Tegal dan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses pengerjaan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

“Kami akan berupaya menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan sumber air alternatif bagi warga,” ujar perwakilan pelaksana proyek.

Pemerintah Kabupaten Tegal diminta untuk segera mengambil langkah nyata dengan memenuhi kebutuhan air masyarakat, terutama bagi warga di Desa Timbangreja, Danawari, dan Lebaksiu Kidul. Kerja sama antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama proyek berlangsung.

(Redaksi: Suherman)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID