Bantul – Program pembiasaan karakter dan kepedulian lingkungan kembali digelar di MAN 2 Bantul melalui kegiatan JUMAT BERTASBIH edisi pekan pertama yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin madrasah yang mengintegrasikan pembinaan religius, kedisiplinan, serta pendidikan lingkungan hidup. Pada pelaksanaan kali ini, fokus utama diarahkan pada kokurikuler Adiwiyata dengan tema pemanfaatan biopori, yang dilaksanakan di seluruh ruang kelas dan area lingkungan madrasah.
JUMAT BERTASBIH menjadi salah satu program unggulan yang telah berjalan secara konsisten di MAN 2 Bantul. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi nilai spiritual, kebersihan, budaya tertib, dan wawasan lingkungan. Pelaksanaan edisi pekan pertama bulan Mei menghadirkan konsep pembelajaran kokurikuler yang menitikberatkan pada penguatan kesadaran ekologis melalui tema pemanfaatan biopori sebagai solusi pengelolaan air dan pelestarian tanah.
Sejak pagi, seluruh peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Agenda dimulai dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna di Masjid At Ta’awun. Kegiatan religius tersebut tetap menjadi pembuka sebagaimana agenda rutin setiap Jumat sebelum peserta didik memasuki kelas masing-masing. Suasana khidmat terasa di area masjid saat seluruh siswa mengikuti rangkaian ibadah sebagai bagian dari pembiasaan spiritual di lingkungan madrasah.
Setelah kegiatan di masjid, peserta didik melanjutkan agenda kokurikuler di ruang kelas masing-masing. Kegiatan berlangsung pada jam ke-1 hingga jam ke-2, yakni pukul 07.00 sampai 08.40 WIB. Penggunaan waktu tersebut merupakan penyesuaian jadwal pelajaran, di mana jam kokurikuler dimajukan sehingga pembelajaran reguler dimulai setelah kegiatan selesai. Skema ini diterapkan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan secara optimal tanpa mengurangi substansi pembelajaran.
Materi kokurikuler pada edisi kali ini berfokus pada pemanfaatan biopori. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk edukasi praktis mengenai konservasi lingkungan. Biopori dikenal sebagai metode sederhana untuk meningkatkan daya resap tanah terhadap air sekaligus membantu pengelolaan sampah organik. Melalui pembelajaran di kelas, peserta didik memperoleh pemahaman tentang manfaat lubang resapan biopori dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah genangan air, serta mendukung penghijauan di area sekolah maupun rumah.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, S. Ag., M.M., menegaskan bahwa program JUMAT BERTASBIH merupakan bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang religius, disiplin, dan peduli lingkungan. Integrasi kegiatan spiritual dengan pembelajaran Adiwiyata diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis sekaligus akhlak yang kuat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap kelas didampingi guru yang telah terjadwal pada kegiatan kokurikuler bersama dengan masing-masing wali kelas. Guru pengampu menyampaikan materi sesuai tema yang ditentukan, sekaligus memfasilitasi diskusi dan penguatan praktik sederhana mengenai lingkungan sedangkan wali kelas melakukan catatan presensi kehadiran peserta didik. Pelibatan seluruh guru dan karyawan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan Adiwiyata di MAN 2 Bantul menjadi tanggung jawab bersama dan diintegrasikan ke dalam budaya sekolah.
Selain pembelajaran di kelas, terdapat agenda khusus bagi kader Adiwiyata. Kelompok ini melaksanakan kerja bakti di area lingkungan madrasah sebagai bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan. Kegiatan meliputi membersihkan serta merawat pot tanaman di dinding sekolah, sekaligus membersihkan rumput sepanjang jalan masuk menuju MAN 2 Bantul. Aktivitas tersebut dilakukan secara terorganisasi dan menjadi contoh langsung implementasi nilai-nilai Adiwiyata.
Kegiatan kader Adiwiyata dipimpin oleh Nasirudin, S. Ag.. Dalam pelaksanaannya, kader diarahkan untuk menjaga kebersihan kawasan madrasah serta merawat tanaman yang menjadi bagian dari program penghijauan. Keberadaan kader Adiwiyata sebagai motor penggerak lingkungan menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang melibatkan peserta didik secara aktif.
Salah satu ketentuan yang menarik perhatian dalam pelaksanaan JUMAT BERTASBIH adalah kewajiban seluruh siswa membawa tumbler. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan madrasah. Pengecekan tumbler dilakukan sebagai bentuk pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan. Langkah ini selaras dengan semangat Adiwiyata yang mendorong budaya sekolah bebas sampah plastik.
Peserta didik yang tidak membawa tumbler atau tidak mengenakan seragam sesuai ketentuan mendapat konsekuensi khusus. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Seluruh siswa diwajibkan mengenakan seragam Jumat, sementara guru dan karyawan juga menggunakan seragam yang sama sesuai ketentuan madrasah. Keseragaman ini menambah nuansa tertib dalam pelaksanaan kegiatan.
Setelah rangkaian kokurikuler selesai, aktivitas pembelajaran reguler berlangsung sebagaimana biasa dengan penyesuaian waktu. Pada siang hari, seluruh siswa laki-laki bersama guru dan karyawan mengikuti salat Jumat berjamaah di Masjid At Ta’awun. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari pembiasaan keagamaan yang terus dijaga di MAN 2 Bantul.
Pelaksanaan JUMAT BERTASBIH edisi 8 Mei 2026 menunjukkan sinergi yang kuat antara pendidikan karakter, religiusitas, dan pelestarian lingkungan. Program kokurikuler Adiwiyata tidak hanya menyampaikan materi tentang lingkungan, tetapi juga mengajak peserta didik terlibat langsung dalam praktik menjaga kebersihan dan penghijauan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan pendidikan kontekstual yang relevan dengan tantangan masa kini.
Lingkungan MAN 2 Bantul yang bersih, hijau, dan tertata merupakan hasil dari konsistensi berbagai program pembiasaan semacam ini. Keikutsertaan seluruh unsur madrasah dalam JUMAT BERTASBIH memperlihatkan budaya kolektif yang kuat dalam menjaga lingkungan. Program tersebut tidak sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter generasi yang peduli terhadap alam dan lingkungan sosial.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul terus menegaskan komitmen sebagai madrasah yang mengintegrasikan pendidikan akademik, spiritual, dan lingkungan secara harmonis. JUMAT BERTASBIH edisi pekan pertama Mei 2026 menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman langsung, membentuk kebiasaan positif, dan menanamkan tanggung jawab terhadap bumi sebagai ruang hidup bersama. (Edi Susanto)






