Bantul – Menjelang pelaksanaan Purna Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026, MAN 2 Bantul menggelar latihan bersama sebagai bagian dari persiapan akhir menuju prosesi pelepasan wisudawan dan wisudawati. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, sebagai rangkaian pemantapan gladi bersih sebelum pelaksanaan purna siswa. Seluruh unsur panitia, petugas acara, pengisi pentas seni, serta peserta didik yang terlibat hadir untuk memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan tertib, khidmat, dan lancar.
Latihan bersama menjadi tahapan penting dalam menyiapkan salah satu agenda terbesar madrasah pada tahun pelajaran 2025/2026. Purna siswa bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum puncak perjalanan pendidikan bagi peserta didik kelas XII. Oleh karena itu, seluruh susunan acara dirancang dengan cermat, melibatkan kolaborasi antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta panitia pelaksana agar kegiatan berlangsung dengan kualitas terbaik.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, S. Ag., M.M., menegaskan bahwa purna siswa merupakan momentum penghormatan atas perjuangan akademik dan karakter yang telah ditempuh oleh seluruh peserta didik kelas XII. Persiapan yang matang melalui latihan bersama dan gladi bersih menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian acara berjalan sesuai harapan serta meninggalkan kesan mendalam bagi lulusan dan keluarga.
Latihan dimulai dengan pengecekan sarana pendukung, khususnya sistem audio. Penanggung jawab sarana prasarana, R. Hardi Santoso, S. Pd., bersama penanggung jawab sound system, Muhammad Nurul Huda, memastikan seluruh perangkat suara berfungsi optimal. Pengaturan audio menjadi aspek krusial karena seluruh prosesi, sambutan, dan pentas seni sangat bergantung pada kualitas sistem suara yang mendukung jalannya acara.
Rangkaian latihan diawali dengan simulasi pra-acara yang menampilkan hadroh sebagai penyambutan wali murid. Penampilan hadroh dikoordinasikan oleh Drs. Mubtadi’in, M. Pd.. Lantunan salawat yang dibawakan dalam simulasi menambah nuansa religius sekaligus menjadi ciri khas pembukaan kegiatan di lingkungan madrasah. Setelah itu, gladi dilanjutkan dengan prosesi kirab wisudawan dan wisudawati yang diiringi panyondro oleh Riyadi Setyawan, S. Sn. serta iringan musik tradisional.
Kirab menjadi salah satu bagian utama yang mendapat perhatian khusus dalam latihan. Koordinasi teknis kirab dipimpin oleh Arif Setiawan, S.Pd. Jas. dengan dukungan tim OSIS. Wakil Ketua OSIS, Fathan Faqih Rabbani, turut mengoordinasikan peserta didik yang membantu jalannya prosesi. Setiap formasi kirab dilatih berulang agar langkah wisudawan dan wisudawati berjalan serempak serta tertib saat acara resmi.
Latihan juga mencakup seluruh petugas pembawa acara dalam tiga bahasa. Pelatih MC bahasa Indonesia dipandu Yanuanita Widiyaningrum, S.Pd, pelatih bahasa Jawa oleh Tri Nuryanti, S.Pd, dan pelatih bahasa Inggris oleh Aprilia Rahman, S.Pd. Para siswa yang bertugas sebagai MC berlatih secara intensif untuk memastikan transisi acara berjalan runtut dan komunikatif.
Bagian prosesi inti purna siswa mendapat porsi latihan paling panjang. Simulasi dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, saritilawah, sambutan kepala madrasah, hingga pembacaan Surat Keputusan Purna Siswa. Dalam acara resmi, sambutan kepala madrasah akan disampaikan oleh Fitria Endang Susana, S. Pd., M.Pd..
Prosesi wisuda menjadi inti kegiatan. Seluruh petugas pembaca nama wisudawan berlatih secara terstruktur. Koordinator prosesi dipandu oleh Sapti Wahyuni, M. Pd.. Para siswa pembaca nama, termasuk Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar dan Seldnadia Wening Prahabsti, menjalani simulasi pemanggilan wisudawan agar alur penyematan samir berjalan lancar.
Tidak hanya prosesi formal, pentas seni juga menjadi fokus latihan bersama. Tari Jingkrak dan Tari Baduy yang dibimbing Kusuma menampilkan kekayaan budaya daerah. Penampilan pencak silat dipandu oleh Aman Nasrullah.
Penampilan geguritan dan acara khusus juga disimulasikan secara menyeluruh. Pemandu acara khusus ini adalah Nasirudin, S. Ag.. Pembacaan geguritan oleh Seldnadia Wening Prahabsti dipersiapkan untuk menghadirkan nuansa sastra budaya Jawa dalam rangkaian acara. Keberagaman penampilan seni tersebut memperkuat identitas purna siswa sebagai acara yang memadukan nilai akademik, budaya, dan kreativitas.
Acara penutup juga tidak luput dari gladi. Doa penutup dipimpin oleh Drs. Mubtadi’in, M. Pd.. Setelah itu, penampilan menyanyi oleh Chesta Latifah Maheswari membawakan lagu Count on Me yang dipopulerkan oleh Bruno Mars, yang menjadi penutup meriah acara.
Latihan bersama pada 11 Mei 2026 menjadi gambaran keseriusan seluruh pihak dalam menyiapkan Purna Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Setiap detail teknis diperhatikan, mulai dari tata panggung, alur kirab, koordinasi MC, hingga kesiapan pentas seni. Sinergi panitia, guru, dan peserta didik menunjukkan budaya kerja sama yang kuat di lingkungan madrasah.
Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan purna siswa diharapkan berlangsung sukses dan menjadi momen bersejarah bagi seluruh lulusan. MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmen menghadirkan acara pendidikan yang tidak hanya khidmat, tetapi juga sarat nilai budaya, religiusitas, dan kreativitas. Latihan bersama pada Senin, 11 Mei 2026, menjadi langkah penting menuju puncak acara yang akan mengantarkan lulusan kelas XII memasuki babak baru perjalanan kehidupan. (Edi Susanto)






