TELIKSANDI
NEWS TICKER

Alumni MAN 2 Bantul Siap Mengabdi sebagai Musrif di Asrama Ulil Albab

Senin, 11 Agustus 2025 | 2:54 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 311

Bantul, 11 Agustus 2025 – MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi berakhlak mulia dan berprestasi melalui pembinaan di asrama Ulil Albab. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan menghadirkan sosok pembimbing yang memahami kultur, visi, dan nilai-nilai madrasah secara mendalam. Tahun ini, Edi Sutrimo, salah satu alumni terbaik MAN 2 Bantul, resmi bergabung sebagai musrif (pembina asrama) dan siap melaksanakan tugasnya mulai Agustus 2025.

Sebagai alumni yang pernah merasakan atmosfer pendidikan dan pembinaan di MAN 2 Bantul, Edi Sutrimo membawa bekal pengalaman yang tidak hanya berasal dari bangku sekolah, tetapi juga dari keterlibatan aktifnya di berbagai kegiatan organisasi dan keagamaan. Dengan latar belakang tersebut, ia diyakini mampu memberikan pendampingan yang efektif kepada para santri asrama Ulil Albab, baik dalam aspek akademik, kedisiplinan, maupun pembinaan karakter.

Sebelum mulai menjalankan tugas, pada Senin, 11 Agustus 2025, Edi Sutrimo mengikuti kegiatan koordinasi yang membahas secara rinci mengenai tugas dan tanggung jawabnya sebagai musrif. Acara koordinasi ini berlangsung di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Bantul dengan suasana hangat namun tetap serius. Kepala MAN 2 Bantul memimpin langsung kegiatan ini, didampingi pengelola asrama dan perwakilan guru pembina.

Dalam sesi pembukaan, Kepala MAN 2 Bantul menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kembalinya alumni untuk mengabdi di madrasah. “Kehadiran alumni sebagai musrif adalah bentuk nyata dari ikatan emosional yang kuat antara lulusan dan almamaternya. Alumni memahami betul kultur dan misi madrasah, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Kepala Madrasah menegaskan bahwa peran musrif di asrama tidak hanya sebatas mengawasi, tetapi juga menjadi teladan dan pembimbing yang menginspirasi. Musrif diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, dan membentuk karakter santri agar siap menjadi generasi unggul di masa depan.

Dalam sesi koordinasi, dibahas beberapa poin penting terkait tugas musrif, antara lain:

Pendampingan harian santri mulai dari bangun pagi, shalat berjamaah, hingga kegiatan belajar malam.

Pembinaan akhlak dan kedisiplinan, memastikan santri mematuhi tata tertib asrama dan madrasah.

Pendampingan akademik, terutama membantu mengatur waktu belajar dan mendukung pencapaian target belajar santri.

Pembinaan spiritual, seperti membimbing hafalan Al-Qur’an, dzikir, dan amalan harian.

Koordinasi dengan pengelola asrama dan guru, agar program pembinaan berjalan sinkron dan efektif.

Edi Sutrimo sendiri menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk melaksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. “Saya merasa terhormat dapat kembali ke MAN 2 Bantul, bukan hanya sebagai alumni, tetapi sebagai bagian dari tim pembina yang langsung membentuk karakter adik-adik santri. Ini bukan hanya pekerjaan, tapi juga ibadah dan pengabdian,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman selama menjadi santri dahulu memberinya perspektif berharga. Menurutnya, tantangan pembinaan di asrama tidak hanya terkait aturan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan santri. “Musrif harus menjadi sosok yang bisa didengar, dipercaya, dan diteladani. Santri perlu merasa dekat, namun tetap hormat, sehingga pembinaan bisa berjalan tanpa paksaan tetapi atas kesadaran mereka sendiri,” imbuhnya.

Acara koordinasi ini berlangsung interaktif, di mana pengelola asrama memberikan gambaran situasi dan kebutuhan pembinaan terkini di Ulil Albab. Edi Sutrimo juga berkesempatan menyampaikan ide-ide inovatif untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas pembinaan. Beberapa di antaranya adalah mengadakan sesi mentoring kelompok kecil, membuat jadwal belajar tematik, serta mengadakan kegiatan motivasi dan pengembangan diri setiap pekan.

Di akhir acara, Kepala Madrasah kembali menegaskan bahwa keberadaan musrif adalah elemen penting bagi keberhasilan program asrama Ulil Albab. “Kita ingin memastikan bahwa asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat pembinaan karakter unggul. Dengan kehadiran Edi Sutrimo, saya optimis pembinaan akan semakin kuat,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran tugas yang akan diemban. Setelah itu, Edi Sutrimo langsung diajak berkeliling asrama untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja dan berinteraksi singkat dengan beberapa santri yang sudah mulai beraktivitas di awal tahun ajaran.

Dengan semangat baru dan dedikasi tinggi, Edi Sutrimo siap memulai babak baru pengabdiannya di MAN 2 Bantul. Kehadirannya diharapkan mampu memberi warna positif, mempererat hubungan alumni dengan almamater, dan yang terpenting—mengantarkan santri asrama Ulil Albab menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID