TELIKSANDI
NEWS TICKER

Bebek Virtual Adu Cepat, Guru SKI MAN 2 Bantul Hidupkan Kelas XII D dengan Duck Race

Senin, 24 November 2025 | 8:37 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 124

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 2 Bantul kembali menghadirkan inovasi menarik. Pada hari Jum’at, 21 November 2025, suasana kelas XII D tampak lebih hidup dan penuh antusiasme ketika guru SKI, Khuzaifah menerapkan metode Duck Race sebagai strategi pemilihan siswa secara acak dalam materi “Sejarah Masuknya Islam di Nusantara”. Metode Duck Race sendiri merupakan permainan berbasis digital yang menampilkan sejumlah bebek virtual yang berlomba di layar. Setiap bebek mewakili nama siswa, dan bebek yang pertama mencapai garis akhir secara otomatis menjadi siswa terpilih untuk melakukan instruksi tertentu. Dalam pembelajaran kali ini, siswa yang terpilih melalui Duck Race diminta menjawab pertanyaan, membacakan hasil diskusi, menyampaikan pendapat, hingga mengambil giliran presentasi. Cara ini terbukti efektif menghilangkan rasa sungkan sekaligus menjadikan suasana kelas lebih fun, interaktif, dan tidak monoton.

Pada awal pembelajaran, Khuzaifah menjelaskan garis besar materi mengenai proses masuknya Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan, dakwah para ulama, peran para pedagang Gujarat, Persia, dan Arab, serta perkembangan kerajaan-kerajaan Islam awal. Setelah penyampaian materi, sesi diskusi kelompok dimulai. Untuk menentukan kelompok yang mempresentasikan hasil kerja terlebih dahulu, Duck Race kembali dijalankan. Siswa pun tampak antusias menunggu siapa “bebek” yang akan menang.

Menurut Khuzaifah, penggunaan Duck Race bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai metode pemilihan yang adil, acak, dan mampu meningkatkan partisipasi. Banyak siswa yang biasanya pasif justru terlihat lebih berani dan percaya diri ketika namanya muncul sebagai pemenang lomba virtual tersebut. Metode ini juga membantu guru menghindari kecanggungan dalam menunjuk siswa secara langsung, terutama pada materi yang membutuhkan penjelasan atau argumentasi.

Salah satu siswa, Syafinda dari XII D, mengungkapkan bahwa Duck Race membuat suasana belajar terasa lebih santai namun tetap menantang. “Seru sekali, pembelajaran jadi tidak membosankan. Rasanya deg-degan menunggu bebek mana yang menang,” ujarnya sambil tersenyum.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, turut memberikan apresiasi atas kreativitas ini. Ia menilai bahwa integrasi teknologi sederhana namun menarik seperti Duck Race dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat engagement siswa. “Inovasi seperti ini sangat kita dukung. Guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa meninggalkan esensi materi. Siswa terlihat aktif, dan kelas menjadi lebih hidup,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa madrasah mendorong para guru untuk terus berinovasi, baik melalui penggunaan media interaktif, pengembangan metode baru, maupun penguatan kompetensi digital.

Melalui penerapan Duck Race dalam pembelajaran SKI, MAN 2 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kelas yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran SKI pun bukan hanya menjadi ajang penyampaian materi sejarah, tetapi juga pengalaman belajar yang membangun keberanian, kekompakan, dan semangat siswa untuk aktif berpartisipasi. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID