TELIKSANDI
NEWS TICKER

Camat Waringin Kurung Tekankan Kesadaran Masyarakat Terkait Sampah Liar

Jumat, 25 Juli 2025 | 8:46 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 325

Waringin Kurung, Serang – Teliksandi.id

Camat Waringin Kurung, Imadul Majdi, S.I.P., M.Si., menyatakan bahwa penanganan sampah di wilayahnya telah berjalan cukup baik. Ia menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, dan mengapresiasi para kepala desa yang telah bekerja keras mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam program 100 hari kerja Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, dan Wakil Bupati Najib Amas. Dalam wawancara yang dilakukan di ruang kerjanya pada Kamis, 24 Juli 2025, Camat Imadul menyampaikan bahwa ia terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dalam setiap pertemuan bersama para kepala desa se-Kecamatan Waringin Kurung.

“Saya selalu menyampaikan agar para kepala desa menghimbau masyarakatnya untuk memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat, terutama terkait pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program penanganan sampah ini menjadi acuan penting bagi seluruh sektor, mengingat Kabupaten Serang saat ini belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) berskala besar. Sampah dari wilayah ini masih dibuang ke daerah Pandeglang.

Untuk tingkat kecamatan, pihaknya telah melakukan aksi nyata melalui program “Gerebek Sampah Liar” dengan melakukan pemetaan dan pembersihan aliran sungai, khususnya di Desa Sasahan dan Desa Binangon. Kegiatan ini dilakukan bersama unsur Tripika, para kepala desa, serta lintas sektor lainnya. Mereka terjun langsung ke lapangan untuk menyisir dan membersihkan tumpukan sampah di aliran Sungai Sasahan.

“Tidak hanya membersihkan, kami juga mengedukasi masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis. Kami mengajak mereka agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” tuturnya.

Pihak kecamatan juga memperkenalkan konsep Bank Sampah kepada masyarakat. Edukasi ini difokuskan agar masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, bisa memilah sampah sejak dari dapur rumah tangga. Sampah plastik kering dipisahkan dari sampah basah seperti sisa makanan.

Camat Imadul menjelaskan bahwa sampah plastik seperti bekas minyak jelantah dapat diolah menjadi gas, sementara sampah organik dari sisa makanan bisa dijadikan bahan untuk budidaya maggot sebagai pakan ikan dan ternak. Menurutnya, edukasi ini sudah mulai dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai sadar bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan,” pungkasnya.

(L30/Redaksi)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID