Bantul – Dewan Ambalan Gugus Depan MAN 2 Bantul melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Bumi Perkemahan Banjaran, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pembagian 1.200 bibit tanaman yang dirancang sebagai langkah strategis mendukung implementasi Adiwiyata 2026, sekaligus memperkuat peran kepramukaan sebagai wahana pembentukan karakter peduli lingkungan.
Pelaksanaan penanaman pohon ini menegaskan komitmen MAN 2 Bantul dalam mewujudkan madrasah yang berbudaya lingkungan. Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa program pembagian dan penanaman 1.200 pohon bibit tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan menjadi bagian integral dari kebijakan madrasah dalam membangun kesadaran ekologis seluruh warga satuan pendidikan. Program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai titik strategis, baik di lingkungan madrasah maupun di ruang publik yang memiliki nilai konservasi dan edukasi.
Kawasan Bumi Perkemahan Banjaran dipilih karena memiliki fungsi penting sebagai ruang pembelajaran alam terbuka serta kawasan resapan air bagi wilayah sekitar. Melalui penanaman pohon di lokasi tersebut, diharapkan tercipta peningkatan kualitas tutupan vegetasi yang berdampak langsung pada keseimbangan ekosistem lokal, pencegahan erosi, serta penguatan daya dukung lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik dalam memahami keterkaitan antara aktivitas manusia dan keberlanjutan alam.
Dewan Ambalan sebagai motor penggerak kegiatan kepramukaan di MAN 2 Bantul tampil sebagai pelaksana utama kegiatan lapangan. Keterlibatan aktif unsur kepramukaan mencerminkan implementasi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, khususnya dalam aspek cinta alam dan kasih sayang sesama makhluk hidup. Aksi tanam pohon yang dilakukan secara terorganisasi, mulai dari persiapan lahan, penataan bibit, hingga proses penanaman dan penyiraman awal, menunjukkan keseriusan dalam memastikan tingkat keberhasilan tumbuh yang optimal.
Pendampingan kegiatan dilakukan oleh jajaran pembina kepramukaan, yaitu Is Dwiyanti, S.Pd., Nasirudin, S.Pg., dan Edi Susanto, S.H., Gr. Kehadiran para pembina tersebut memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan standar keselamatan, tata kelola kegiatan luar ruang, serta tujuan pendidikan karakter. Sinergi antara Dewan Ambalan dan pembina memperlihatkan model pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam satu rangkaian ekstrakurikuler bermakna.
Dalam konteks implementasi Adiwiyata 2026, kegiatan ini berada pada irisan empat komponen utama, yaitu kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif berbasis lingkungan, serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Penanaman pohon di Bumi Perkemahan Banjaran masuk dalam kategori kegiatan partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan pendidikan secara langsung di lapangan. Melalui aktivitas tersebut, nilai-nilai kepedulian lingkungan tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan secara nyata.
Program pembagian 1.200 bibit tanaman yang digagas MAN 2 Bantul dirancang sebagai program berkelanjutan. Setiap bibit memiliki fungsi ganda, yakni sebagai instrumen konservasi sekaligus sebagai media edukasi. Jenis tanaman yang dibagikan dan ditanam dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan kondisi tanah dan iklim wilayah Bantul, sehingga potensi hidup dan manfaat ekologisnya dapat dimaksimalkan. Penanaman di Bumi Perkemahan Banjaran menjadi salah satu titik awal dari rangkaian panjang distribusi dan penanaman bibit di berbagai lokasi lainnya.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari perubahan perilaku dan budaya lingkungan yang tumbuh di kalangan warga madrasah. Melalui kegiatan seperti penanaman pohon ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang melekat pada setiap insan pendidikan.
Kegiatan penanaman pohon juga memperkuat citra MAN 2 Bantul sebagai madrasah yang aktif berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Sinergi antara lembaga pendidikan dan lingkungan sekitar menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tantangan global, termasuk perubahan iklim, degradasi lahan, dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Melalui keterlibatan di ruang publik seperti Bumi Perkemahan Banjaran, keberadaan madrasah semakin terasa sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar sebagai institusi pembelajaran tertutup.
Rangkaian kegiatan pada 9 Januari 2025 tersebut berjalan dengan tertib dan penuh semangat. Penanaman dilakukan secara bertahap, dimulai dari penentuan titik tanam, penggalian lubang, penempatan bibit, hingga penutupan tanah. Setiap tahap memiliki nilai edukatif yang memperkenalkan prinsip-prinsip dasar konservasi tanah dan air. Proses ini sekaligus menanamkan sikap tanggung jawab terhadap tanaman yang telah ditanam, karena keberlanjutan hidup pohon menjadi indikator nyata keberhasilan kegiatan.
Dengan terlaksananya penanaman pohon di Bumi Perkemahan Banjaran, MAN 2 Bantul melalui Dewan Ambalan menunjukkan bahwa gerakan Pramuka dan program Adiwiyata dapat berjalan beriringan dalam satu visi besar pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi lahirnya aksi-aksi serupa di masa mendatang, baik di lingkungan madrasah maupun di ruang-ruang publik lainnya. Implementasi Adiwiyata 2026 pun memperoleh landasan kuat berupa praktik nyata yang terukur dan berdampak, sekaligus mempertegas komitmen MAN 2 Bantul dalam membangun generasi yang berkarakter, berwawasan lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi. (Edi Susanto)






