TELIKSANDI
NEWS TICKER

GKR Bendara: AI & IT Bukan Ancaman! MAN 2 Bantul Siap Bijak Gunakan Teknologi

Kamis, 28 Agustus 2025 | 8:52 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 362

Yogyakarta (27/8/2025) – Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Hal inilah yang menjadi perhatian utama dalam Seminar Acer Edu Tech 2025 yang digelar di Hotel The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Salah satu narasumber yang memberikan pandangan strategis adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, tokoh pendidikan sekaligus pegiat kebudayaan yang konsisten memperjuangkan kemajuan pendidikan berbasis karakter.

Dalam pemaparannya, GKR Bendara menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi (IT) bukanlah penghalang dalam proses belajar-mengajar. Justru sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana penting yang membantu guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas serta memperluas akses pengetahuan.

“Kita tidak bisa menutup mata. Pengetahuan hari ini tidak hanya diperoleh dari guru di kelas, tetapi juga bisa didapatkan dari internet. Tugas guru adalah bagaimana mengarahkan agar pengetahuan itu digunakan dengan bijak untuk pengembangan pembelajaran,” tegas GKR Bendara di hadapan peserta seminar.

Menurut GKR Bendara, selama ini sebagian guru masih memandang AI dan internet sebagai ancaman yang bisa mengurangi peran pendidik. Padahal, teknologi seharusnya dilihat sebagai mitra pendidikan yang mampu memperkuat proses belajar. “Kalau guru hanya bertahan pada metode lama, siswa akan mencari sendiri informasi melalui internet. Di sinilah letak tantangannya. Guru perlu strategi bagaimana menjadikan internet bukan sebagai pengganti, melainkan pendukung pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan literasi digital menjadi kunci utama bagi guru maupun siswa. Dengan literasi digital, teknologi bisa digunakan untuk memperkaya wawasan, mengasah keterampilan, sekaligus menanamkan nilai etika dalam mengakses informasi. GKR Bendara juga mengingatkan pentingnya strategi guru dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, guru tidak boleh merasa kehilangan peran hanya karena internet menyediakan banyak informasi. Sebaliknya, guru harus menjadi navigator pembelajaran, yang membimbing siswa dalam memilah informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat.

“Guru tetap berperan penting, karena mereka bukan sekadar penyampai materi. Guru adalah pendidik karakter, pembimbing moral, sekaligus motivator. AI dan internet tidak bisa menggantikan peran itu,” ungkapnya. Strategi yang dapat dilakukan guru antara lain dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, menciptakan tugas berbasis proyek, serta mendorong siswa untuk tidak hanya mengonsumsi informasi tetapi juga menghasilkan karya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Seminar ini turut diikuti oleh MAN 2 Bantul, yang diwakili oleh Kepala Madrasah, Nur Hasanah Rahmawati, serta Waka Kurikulum, Fitria Endang Susana. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen madrasah dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan digital. Nur Hasanah Rahmawati menilai bahwa apa yang disampaikan GKR Bendara sangat relevan dengan kebutuhan madrasah. “Kami sepakat bahwa guru tidak boleh alergi dengan teknologi. Justru teknologi harus kita rangkul untuk memperkaya pembelajaran. Madrasah harus bisa memadukan pendidikan berbasis nilai dengan pemanfaatan IT dan AI secara bijak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Fitria Endang Susana. Menurutnya, siswa madrasah kini hidup dalam ekosistem digital yang tidak bisa dihindari. “Peran madrasah adalah memberikan arahan agar internet dan teknologi menjadi sarana yang positif, bukan sebaliknya. Materi dari GKR Bendara memberi inspirasi bagi kami untuk semakin kreatif dalam mengembangkan strategi pembelajaran,” jelasnya.

Meski menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, GKR Bendara mengingatkan bahwa pendidikan karakter tetap harus menjadi fondasi utama. Teknologi hanya sebatas alat, sementara tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki daya saing global. “AI dan IT itu seperti pisau bermata dua. Bisa membawa manfaat besar, tetapi juga bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan literasi digital,” jelasnya.

Seminar Acer Edu Tech 2025 menjadi momentum penting untuk mengingatkan para pendidik bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Teknologi akan terus berkembang, dan dunia pendidikan harus siap beradaptasi. Dengan narasumber seperti GKR Bendara, peserta diajak melihat AI dan IT bukan sebagai hambatan, melainkan peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Bagi MAN 2 Bantul, keikutsertaan dalam seminar ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus menyiapkan siswa menghadapi tantangan era digital. Melalui pemanfaatan AI dan IT secara bijak, madrasah berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, namun tetap berkarakter Islami.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID