Bantul — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul kembali menggelar Agenda Jumat Bertasbih Edisi Pekan ke-2 pada Jumat, 12 Desember 2025 dengan mengusung tema Senam Sehat Berkarakter. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya hidup sehat, religius, dan peduli lingkungan yang secara konsisten dikembangkan dalam ekosistem madrasah. Pelaksanaan agenda tersebut berada dalam koordinasi Tim Jumat Bertasbih dan Program Adiwiyata sebagai satu kesatuan strategi pembentukan karakter peserta didik.
Kepala MAN 2 Bantul Hj Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M. menegaskan bahwa Jumat Bertasbih tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas mingguan, tetapi sebagai ruang integrasi nilai spiritualitas, kebugaran jasmani, serta pembiasaan disiplin dan tanggung jawab. Pendekatan ini dipandang relevan dengan arah penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin yang menjadi ciri khas madrasah.
Kegiatan Senam Sehat Berkarakter diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII bersama seluruh guru dan karyawan. Seluruh peserta hadir dengan busana olahraga dari rumah, sementara pendidik dan tenaga kependidikan mengenakan atasan kaos bebas sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan dalam aktivitas kebugaran. Nuansa partisipatif tersebut menjadi bagian dari strategi membangun budaya kolektif yang sehat dan harmonis.
Pelaksanaan senam berlangsung pada jam pelajaran ke-1 hingga ke-2, yakni pukul 07.00 sampai 08.40 WIB, bertepatan dengan waktu P5RA yang dimajukan, dan berlokasi di Halaman Masjid At Ta’awun MAN 2 Bantul. Seluruh rangkaian kegiatan Senam Sehat Berkarakter berjalan selaras dengan nilai-nilai kesakralan lingkungan ibadah.
Instruksi teknis senam dipandu oleh Irani Trisnanda, S.Pd. sebagai instruktur utama, didampingi Arif Setyawan, S.Pd., Jas. sebagai co-instruktur. Pola gerakan yang disusun tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga dirancang untuk menumbuhkan disiplin, kerja sama, dan semangat positif. Musik pengiring dan irama gerakan yang dinamis turut menciptakan suasana yang energik sekaligus tertib.
Setelah sesi senam selesai, rangkaian kegiatan Jumat Bertasbih tetap berlanjut sesuai ketentuan. Shalat Dhuha ditiadakan, sementara pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan di masing-masing kelas sebelum kegiatan perwalian dimulai. Pola ini memberikan ruang refleksi spiritual setelah aktivitas fisik, sehingga keseimbangan antara jasmani dan rohani tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan perwalian serta aksi bersih-bersih kelas di masing-masing ruang belajar. Aktivitas tersebut didampingi oleh wali kelas sebagai bentuk penguatan karakter tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan kerja sama. Dengan pendekatan ini, Jumat Bertasbih tidak berhenti pada aktivitas olahraga semata, melainkan terintegrasi dengan upaya menciptakan ruang belajar yang bersih, nyaman, dan sehat.
Dalam perspektif kebijakan madrasah, agenda Jumat Bertasbih menjadi salah satu pilar penguatan Program Adiwiyata. Pembiasaan hidup bersih, pengelolaan ruang, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah dipandang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan madrasah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Keterlibatan seluruh unsur warga madrasah mencerminkan pendekatan partisipatif yang selama ini menjadi ciri pengelolaan MAN 2 Bantul.
Kepemimpinan Hj Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M. menempatkan program-program pembiasaan seperti Jumat Bertasbih sebagai instrumen strategis dalam membangun karakter generasi madrasah. Melalui kegiatan terstruktur dan konsisten, nilai kedisiplinan, kebersamaan, kesehatan, serta religiusitas diharapkan tumbuh secara alami dalam keseharian peserta didik.
Agenda Jumat Bertasbih Edisi Pekan ke-2 pada 12 Desember 2025 menegaskan komitmen MAN 2 Bantul dalam menghadirkan pendidikan yang holistik. Perpaduan antara senam sehat, pembiasaan spiritual, serta aksi nyata peduli lingkungan memperlihatkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi pusat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan peradaban yang berkelanjutan. (Edi Susanto)






