TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jumat Bertasbih Pekan Kedua MAN 2 Bantul Teguhkan Budaya Sehat dan Peduli Lingkungan melalui Senam Berkarakter dan Peluncuran Panggung Kreasi

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:32 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 151

Bantul – MAN 2 Bantul menyelenggarakan Jumat Bertasbih Edisi Pekan Ke-2 pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bagian dari penguatan budaya madrasah yang bersih, sehat, berkarakter, dan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini dipusatkan di Panggung Adiwiyata depan Masjid At Ta’awun dan berlangsung pada pukul 07.00 hingga 08.40 WIB. Agenda utama berupa Senam Sehat Berkarakter, dilanjutkan dengan peluncuran Panggung Kreasi Siswa serta pembagian 1.200 bibit pohon kepada siswa, guru, karyawan, dan masyarakat sekitar.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa Jumat Bertasbih merupakan instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara penguatan karakter, kesehatan jasmani, dan kepedulian lingkungan. Melalui kegiatan yang terintegrasi tersebut, madrasah berupaya menghadirkan praktik nyata nilai-nilai Pancasila dan visi Adiwiyata ke dalam aktivitas keseharian warga satuan pendidikan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Senam Sehat Berkarakter yang diikuti oleh seluruh unsur warga madrasah. Gerakan senam disusun tidak hanya untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat positif. Atmosfer kebersamaan di Panggung Adiwiyata menghadirkan ruang interaksi yang memperkuat ikatan sosial sekaligus membangun budaya hidup aktif dan sehat.

Setelah sesi senam, kegiatan berlanjut pada peluncuran Panggung Kreasi Siswa, sebuah wahana ekspresi dan apresiasi potensi peserta didik. Panggung ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi pengembangan bakat seni, literasi, budaya, serta inovasi siswa. Kehadiran Panggung Kreasi menjadi bagian dari strategi penguatan profil pelajar yang kreatif, percaya diri, dan mampu berkontribusi secara positif di ruang publik madrasah.

Peluncuran Panggung Kreasi juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang holistik, di mana pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang terstruktur. Panggung tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas kreatif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ikon baru di lingkungan MAN 2 Bantul yang selaras dengan konsep Adiwiyata dan madrasah ramah anak.

Agenda berikutnya adalah pembagian 1.200 bibit pohon kepada seluruh siswa, guru, karyawan, dan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam penguatan budaya peduli lingkungan. Setiap bibit yang dibagikan diharapkan ditanam dan dirawat sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup, baik di kawasan madrasah maupun di lingkungan permukiman.

Jenis bibit yang dibagikan dipilih dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap kondisi wilayah Bantul serta nilai ekologis dan ekonomis. Melalui distribusi yang melibatkan warga madrasah dan masyarakat, gerakan tanam pohon tidak hanya berhenti pada satu titik, melainkan menyebar luas sebagai gerakan kolektif. Pendekatan ini memperkuat peran MAN 2 Bantul sebagai pusat edukasi lingkungan yang berdampak nyata di tingkat lokal.

Menurut Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., keberhasilan program Adiwiyata sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Pembagian 1.200 bibit pohon menjadi simbol sekaligus instrumen perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Setiap bibit yang tumbuh akan menjadi penanda kontribusi madrasah terhadap keberlanjutan bumi.

Kegiatan Jumat Bertasbih Edisi Pekan Ke-2 ini juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya ruang hijau dan gaya hidup sehat. Sinergi antara senam berkarakter, panggung kreasi, dan gerakan tanam pohon menciptakan satu rangkaian kegiatan yang saling melengkapi. Kebugaran jasmani, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dipadukan dalam satu momentum yang bermakna.

Pelaksanaan kegiatan di Panggung Kreasi depan Masjid At Ta’awun mempertegas fungsi ruang tersebut sebagai pusat aktivitas edukatif dan ekologis. Lokasi ini dirancang sebagai titik temu antara nilai spiritual, sosial, dan lingkungan, sehingga setiap kegiatan yang berlangsung di dalamnya memiliki dimensi pembelajaran yang utuh. Jumat Bertasbih menjadi contoh konkret pemanfaatan ruang publik madrasah untuk tujuan pengembangan karakter dan budaya.

Antusiasme warga madrasah dan masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan bahwa program yang dirancang tidak bersifat eksklusif, melainkan terbuka dan inklusif. Keterlibatan masyarakat dalam pembagian bibit memperluas jangkauan dampak program dan memperkuat hubungan antara madrasah dan lingkungan sekitar.

Melalui Jumat Bertasbih Edisi Pekan Ke-2, MAN 2 Bantul kembali menunjukkan konsistensi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Adiwiyata dan penguatan karakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan praktik nyata yang dapat diukur dan dirasakan manfaatnya. Senam Sehat Berkarakter membangun kebugaran dan disiplin, Panggung Kreasi menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri, sementara pembagian 1.200 bibit pohon memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, Jumat Bertasbih pada 9 Januari 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan MAN 2 Bantul menuju madrasah yang unggul, berkarakter, dan berwawasan lingkungan. Rangkaian kegiatan yang terintegrasi ini memperlihatkan bagaimana satuan pendidikan mampu berperan aktif dalam membentuk generasi yang sehat, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID