TELIKSANDI
NEWS TICKER

Kejar Target 30 Episode, MAN 2 Bantul Intensifkan Produksi Program “Sahabat Ramadhan”

Sabtu, 28 Februari 2026 | 6:39 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 109

BANTUL – Semangat menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H terpancar jelas di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul. Di salah satu sudut ruangan yang disulap menjadi studio mini, tampak kesibukan luar biasa dari tim publikasi dan humas. Mereka tengah berjibaku dengan kamera, tata cahaya, dan mikrofon untuk merampungkan proses pengambilan video program unggulan bertajuk “Sahabat Ramadhan”.

Program yang telah tayang setiap hari, selama bulan puasa tim menargetkan total 30 episode tausiyah inspiratif. Target yang cukup ambisius ini menuntut kerja keras dan manajemen waktu yang ketat, mengingat Ramadhan tahun 2026 ini jatuh di tengah kesibukan kalender akademik madrasah.

Uniknya, program “Sahabat Ramadhan” tidak mendatangkan penceramah dari luar, melainkan memberdayakan potensi internal madrasah. Seluruh materi tausiyah diisi oleh bapak dan ibu guru serta pegawai MAN 2 Bantul. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan sosok pengajar dengan para siswa dan masyarakat luas melalui media digital.

Setiap harinya, secara bergantian para guru memasuki “studio” untuk melakukan proses shooting. Senyum ramah dan persiapan matang terlihat dari para pemateri. Meskipun terbiasa mengajar di depan kelas, berbicara di depan lensa kamera ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi sebagian guru.

“Awalnya agak grogi karena harus bicara sendiri di depan kamera tanpa ada interaksi langsung dengan siswa. Tapi demi menyebarkan syiar Islam dan menemani ibadah puasa para siswa di rumah, kami semua sangat antusias menyiapkan materi terbaik,” ujar Fitria Endang Susana, S.Pd. M.Pd. Waka Bidang Kurikulum saat ditemui usai pengambilan gambar.

Program “Sahabat Ramadhan” dikonsep dengan durasi singkat namun padat isi, berkisar antara 5 hingga 7 menit per episode. Materi yang disiapkan pun sangat beragam, menyesuaikan dengan latar belakang keilmuan para guru dan kebutuhan spiritual di era modern.

Beberapa tema menarik yang telah rampung diproduksi antara lain:

  • Fikih Puasa Kontemporer: Membahas hal-hal yang membatalkan puasa di era medis dan teknologi modern.
  • Adab Media Sosial saat Berpuasa: Mengajak siswa untuk melakukan “diet digital” dari konten negatif.
  • Manajemen Waktu Belajar dan Ibadah: Tips tetap produktif meski sedang menahan lapar dan dahaga.
  • Kisah Inspiratif Sahabat Nabi: Mengambil keteladanan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala MAN 2 Bantul menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi digital madrasah. “Kami ingin media sosial madrasah tidak hanya berisi pengumuman administratif, tetapi juga menjadi sumber nutrisi rohani. Dengan 30 episode, kita pastikan setiap hari ada satu pesan kebaikan yang sampai ke gawai para siswa,” jelasnya.

Proses produksi 30 episode dalam waktu singkat tentu bukan perkara mudah. Tim kreatif yang terdiri dari staf humas dan beberapa siswa berbakat di bidang multimedia harus bekerja ekstra dalam tahap penyuntingan (editing). Untuk menjaga agar penonton tidak bosan, tim menerapkan teknik pengambilan gambar dengan berbagai sudut (angle) dan menambahkan grafis serta transisi yang dinamis.

Latar belakang pengambilan video pun dibuat bervariasi, mulai dari area taman madrasah yang asri, perpustakaan, hingga ruang bk, guna memperlihatkan sisi humanis dan estetika lingkungan MAN 2 Bantul.

Hingga berita ini diturunkan, proses produksi telah mencapai 50% dari target yang ditetapkan. Tim produksi optimis bahwa sebelum tanggal akhir pembelajaran, seluruh stok video 30 episode sudah siap masuk ke meja penyuntingan akhir.

Kehadiran “Sahabat Ramadhan” diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah hiruk-piruk informasi di dunia maya. Bagi MAN 2 Bantul, program ini bukan sekadar konten digital, melainkan bentuk pengabdian guru kepada umat, serta sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara madrasah dengan wali murid secara virtual.

Program ini membuktikan bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keislaman yang menjadi ciri khasnya.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID