TELIKSANDI
NEWS TICKER

Kolaborasi Guru dan Mahasiswi IIQ An-Nur dalam Keputrian MAN 2 Bantul

Selasa, 19 Agustus 2025 | 8:43 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 191

Bantul – MAN 2 Bantul terus berkomitmen memberikan pembinaan Islami kepada siswinya, salah satunya melalui kegiatan keputrian. Pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB, kegiatan ini kembali digelar di ruang otomotif madrasah dengan melibatkan siswi putri yang berhalangan.

Acara keputrian dipandu oleh Mas Indah Murdaningrum, guru MAN 2 Bantul, bersama Utami Nur Aini, mahasiswi PPL dari IIQ An-Nur jurusan Pendidikan Agama Islam. Materi yang disampaikan berfokus pada fiqih wanita, sebagai bekal penting bagi siswi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan hukum syariat perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Indah Murdaningrum menyampaikan pentingnya membaca Asmaul Husna sebagai alternatif amalan ketika berhalangan. Dzikir ini menurutnya mampu menenangkan jiwa dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau menambahkan, menghafalkan dan membiasakan diri melantunkan nama-nama Allah akan membuat hati lebih tenteram dan iman semakin kokoh.

Sementara itu, Utami Nur Aini menjelaskan secara rinci tentang perbedaan darah haid dan darah istihadhah. Materi ini dinilai sangat penting karena memberikan pemahaman praktis bagi siswi untuk menentukan hukum ibadah sesuai kondisi yang dialami. Penjelasan yang sistematis membuat siswi mudah membedakan antara kondisi haid normal dan darah istihadhah yang sering membingungkan.

Salah satu peserta, Aliya, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Saya merasa lebih paham tentang fiqih wanita. Penjelasan Bu Indah dan Mbak Utami mudah dipahami. Saya jadi termotivasi untuk rutin membaca Asmaul Husna,” katanya.

Program keputrian di MAN 2 Bantul merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pagi. Pemateri akan bergantian sesuai jadwal, sehingga materi selalu variatif dan tidak monoton. Kegiatan ini juga menjadi wadah siswi untuk berdiskusi serta bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan kondisi keputrian mereka.

Pihak madrasah berharap dengan adanya sinergi antara guru dan mahasiswa PPL, keputrian bisa terus berkembang menjadi sarana pembinaan Islami yang kuat. Dengan demikian, siswi tidak hanya sekadar mengikuti rutinitas, tetapi juga benar-benar mendapatkan manfaat yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID