Bantul — Setelah menjalani masa praktik pengalaman lapangan (PPL) selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta resmi ditarik kembali dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul. Acara penarikan tersebut berlangsung pada Senin, 10 November 2025, di ruang aula madrasah dengan suasana penuh keakraban dan rasa haru.
Kegiatan penarikan dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan Universitas Alma Ata, Ahmad Anis Abdullah, S.Si., M.Sc., kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru pamong, serta seluruh mahasiswa PPL. Dalam sambutannya, Ahmad Anis menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak madrasah yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dalam lingkungan pendidikan yang profesional.
“Kami berterima kasih kepada keluarga besar MAN 2 Bantul atas bimbingan, arahan, dan kesempatan berharga yang diberikan kepada mahasiswa kami. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam meniti karier sebagai pendidik di masa depan,” ujar Ahmad Anis.
Sementara itu, ketua kelompok mahasiswa PPL, Samsul, mewakili rekan-rekannya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika madrasah atas pendampingan dan penerimaan yang hangat selama pelaksanaan program.
“Kami belajar banyak, tidak hanya tentang cara mengajar, tetapi juga tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan dari para guru di sini. Semoga silaturahmi ini tetap terjalin,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menyambut baik kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Alma Ata. Nur berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai bagian dari sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan madrasah dalam mencetak calon guru profesional.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, dan doa penutup. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya masa tugas mahasiswa PPL sekaligus awal dari langkah baru mereka menuju dunia pendidikan yang sesungguhnya.






