BANTUL – Suasana di ruang Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Bantul nampak lebih sibuk dari biasanya pada Kamis, 26 Februari 2026. Puluhan siswa kelas XII berkumpul dengan membawa tumpukan buku laporan hasil belajar mereka. Kehadiran para siswa ini bertujuan untuk melakukan agenda krusial dalam rangkaian pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), yaitu proses cek dan verifikasi nilai rapor secara menyeluruh.
Tahapan cek rapor ini merupakan salah satu fase paling menentukan dalam jalur seleksi prestasi. Kesalahan penginputan satu angka saja dapat berakibat fatal, mulai dari ketidaksinkronan data hingga risiko diskualifikasi oleh sistem pusat SPAN-PTKIN. Oleh karena itu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul memfasilitasi pendampingan langsung agar setiap nilai yang masuk ke pangkalan data sekolah benar-benar sesuai dengan fisik rapor yang dimiliki siswa dari semester satu hingga semester lima.
Setelah proses pencocokan nilai selesai dan dinyatakan valid oleh guru pembimbing, kegiatan dilanjutkan dengan proses pemindaian (scan) dokumen rapor. Dokumen asli tersebut dipindai menjadi berkas digital dengan format dan ukuran tertentu sesuai ketentuan panitia pusat. Kualitas hasil pindai juga diperhatikan dengan seksama agar tulisan dan angka dapat terbaca jelas oleh tim verifikator di perguruan tinggi pilihan nantinya. Sinergi antara ketelitian manual dan kesiapan digital menjadi fokus utama dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut.
Salah satu siswa yang mengikuti agenda ini adalah Diyanah Mutia, siswi kelas XII F. Diyanah yang berencana membidik program studi Ekonomi Syariah ini mengaku bahwa tahap cek rapor memberinya rasa tenang sekaligus tanggung jawab ekstra. Ia merasa terbantu dengan adanya pengawasan ketat dari guru BK sehingga keraguan mengenai input data dapat teratasi dengan cepat di tempat.
“Proses cek rapor hari ini sangat membantu kami untuk meminimalisir kesalahan. Kadang kita merasa sudah teliti, tapi setelah dicek ulang bersama guru BK, baru terlihat kalau ada perbedaan antara nilai pengetahuan dan keterampilan yang perlu disesuaikan. Setelah nilai dipastikan benar, kami langsung lanjut ke proses scan rapor. Tahap ini memang butuh kesabaran ekstra karena kita harus memastikan semua halaman terunggah dengan sempurna. Harapan saya, dengan data yang bersih dan valid ini, langkah menuju PTKIN impian bisa lebih lancar,” ungkap Diyanah Mutia di sela-sela kegiatannya di ruang BK.
Melalui kegiatan verifikasi kolektif ini, MAN 2 Bantul berupaya memberikan pengawalan terbaik bagi para siswanya. Pihak madrasah menyadari bahwa prestasi akademik yang telah diukir selama tiga tahun harus didukung oleh tertib administrasi yang baik. Dengan selesainya tahap cek dan scan rapor ini, para siswa kelas XII kini tinggal selangkah lagi menuju tahap finalisasi pendaftaran dan penentuan jurusan pada portal SPAN-PTKIN 2026.(krl)






