Tegal, 9 Mei 2025 – TELIKSANDI. Aksi penanaman sejuta pohon di kawasan Pulau Kodok menjadi langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kualitas ekosistem pesisir. Kegiatan ini dipelopori oleh kelompok aktivis lingkungan Mawar Hijau dan didukung langsung oleh Wali Kota Tegal, mencerminkan kolaborasi yang positif antara masyarakat sipil dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mendorong program penghijauan berkelanjutan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memulihkan kondisi lingkungan dengan menambah tutupan hijau di area Pulau Kodok, guna mencegah terjadinya erosi serta meningkatkan kualitas udara di sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pentingnya menanam pohon dan menjaga kelestarian alam. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara aktivis dan pemerintah dapat menghasilkan dampak nyata dalam program lingkungan yang berkesinambungan.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi pohon produktif seperti cemara dan mangrove (bakau) sebanyak 3.000 batang, serta pohon pelindung dari jenis tanaman endemik yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem lokal. Wali Kota Tegal sendiri hadir dan turut serta dalam proses penanaman sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung gerakan lingkungan. Ia juga menegaskan pentingnya tindak lanjut melalui perawatan pohon dan pemantauan pertumbuhannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi penurunan dampak pemanasan global khususnya di wilayah pesisir Tegal, sekaligus meningkatnya keanekaragaman hayati di Pulau Kodok. Lebih dari itu, aksi ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk ikut terlibat dalam gerakan penghijauan demi masa depan lingkungan yang lebih baik. Dalam diskusi yang berlangsung antara aktivis Mawar Hijau dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), juga mengemuka harapan agar dibangun sabuk pantai serta jalur jalan dari pohon aren yang menghubungkan daratan dengan Pulau Kodok sebagai bentuk penguatan infrastruktur ekologis di kawasan tersebut. (Red/Suherman)






