TELIKSANDI
NEWS TICKER

Rabu Inspiratif ! Happy Tanpa Bully Seri Kurikulum Berbasis Cinta Gaungkan Sekolah Ramah Anak

Kamis, 26 Februari 2026 | 2:26 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 115

Bantul — Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang ramah anak dan berlandaskan nilai kasih sayang terus ditunjukkan oleh guru MAN 2 Bantul. Salah satunya adalah Khuzaifah yang mengikuti kegiatan Short Course Happy Tanpa Bully (Kurikulum Berbasis Cinta Series) pada Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC PINTAR mulai pukul 13.30 hingga 15.45 WIB (3 JP).

Short course ini menghadirkan narasumber inspiratif, Cut N Ummu Athiyah yang menyampaikan materi seputar pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar konsep, tetapi sebuah pendekatan nyata dalam pembelajaran yang menempatkan empati, penghargaan, dan keteladanan sebagai fondasi utama.

Khuzaifah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam memandang kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pencegahan bullying tidak cukup hanya melalui aturan dan sanksi, tetapi harus dibangun melalui budaya saling menghargai yang ditanamkan sejak awal proses pembelajaran. Guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam berkomunikasi, bersikap, dan menyelesaikan konflik secara bijak.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak merefleksikan pengalaman di sekolah masing-masing serta merancang langkah konkret untuk menciptakan kelas yang lebih humanis. Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang positif. Pendekatan berbasis cinta dinilai mampu memperkuat karakter siswa sekaligus meningkatkan motivasi belajar mereka.

Khuzaifah menambahkan bahwa konsep Happy Tanpa Bully sangat relevan diterapkan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang diampunya. Nilai-nilai keteladanan para tokoh Islam, seperti sikap toleransi, kelembutan, dan kebijaksanaan, dapat diintegrasikan dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kognitif, tetapi juga afektif dan karakter.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi atas partisipasi Khuzaifah dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan semacam ini sangat penting untuk mendukung terciptanya madrasah yang aman dan inklusif. Menurutnya, upaya mencegah bullying harus dimulai dari peningkatan kesadaran dan kapasitas pendidik.

“Guru adalah ujung tombak perubahan. Ketika guru memiliki pemahaman yang kuat tentang pendidikan berbasis cinta, maka suasana belajar yang menyenangkan dan bebas dari perundungan akan lebih mudah terwujud,” ungkapnya. Melalui keikutsertaan dalam Short Course Happy Tanpa Bully, diharapkan Khuzaifah dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik pembelajaran sehari-hari di MAN 2 Bantul. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga hangat dalam interaksi dan kuat dalam karakter.

Dengan semangat kurikulum berbasis cinta, MAN 2 Bantul terus berupaya membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan saling menghargai, sehingga lingkungan belajar benar-benar menjadi ruang yang membahagiakan bagi seluruh warga madrasah. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID