Bantul (MAN 2 Bantul) – Pelaksanaan Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) Tata Busana berlangsung dengan sukses dan menghasilkan produk-produk yang luar biasa. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan siswa dalam menerapkan kompetensi keahlian tata busana yang telah dipelajari selama masa pendidikan. UKK dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Senin hingga Rabu, 12 – 14 Januari 2026 dengan melibatkan sebanyak 47 siswa sebagai peserta.
Uji kompetensi ini menghadirkan penguji eksternal dari dunia profesional, yaitu Bestta Busana, dengan penguji utama Miftahul Annisah Nurfitria, M.Pd. Kehadiran penguji eksternal bertujuan untuk menjamin objektivitas penilaian sekaligus memastikan bahwa kompetensi siswa telah sesuai dengan standar industri busana. Proses penilaian mencakup aspek perencanaan, teknik menjahit, kerapian, ketepatan waktu, hingga kualitas akhir produk.
Pada hari pertama pelaksanaan UKK, Senin, 12 Januari 2026, sebanyak 16 siswa mengikuti uji kompetensi dengan fokus pembuatan produk berupa blouse. Para siswa menunjukkan keterampilan yang baik mulai dari tahap pembuatan pola, pemotongan bahan, hingga proses menjahit dan finishing. Desain blouse yang dihasilkan menampilkan kreativitas, ketelitian, serta pemahaman siswa terhadap tren busana yang berkembang. Penguji memberikan apresiasi atas kerapian jahitan dan ketepatan konstruksi busana yang ditunjukkan oleh peserta.
Hari kedua pelaksanaan UKK Tata Busana diikuti oleh 16 siswa dan hari ketiga diikuti15 siswa, dengan pembagian jadwal yang tertib dan terencana. Selama kegiatan berlangsung, siswa bekerja secara mandiri sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Suasana ruang praktik tampak kondusif, penuh semangat, dan mencerminkan kesungguhan siswa dalam menyelesaikan tugas uji kompetensi. Setiap peserta dituntut mampu mengelola waktu secara efektif agar produk dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang maksimal.
Miftahul Annisah Nurfitria, M.Pd. selaku penguji dari Bestta Busana menyampaikan bahwa secara umum hasil UKK menunjukkan kualitas yang sangat baik. Produk yang dihasilkan tidak hanya layak pakai, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha. Ia mengapresiasi kesiapan siswa serta pendampingan guru dalam mempersiapkan pelaksanaan uji kompetensi ini.

Koordinator UKK Tata Busana, Murti Madiyanti, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan UKK tahun ini telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknis, sarana prasarana, maupun kesiapan peserta. “Uji kompetensi ini dirancang untuk mengukur kemampuan riil siswa sesuai dengan standar dunia industri. Alhamdulillah, siswa mampu menunjukkan hasil terbaiknya dan menghasilkan produk busana yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga berharap melalui kegiatan UKK ini, siswa semakin percaya diri untuk melanjutkan ke dunia kerja maupun berwirausaha di bidang tata busana. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada ujian, tetapi dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa,” tambahnya.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Keterampilan Tata Busana ini menjadi bukti nyata bahwa siswa telah memiliki kompetensi, kreativitas, dan etos kerja yang baik. Dengan hasil yang memuaskan dan produk yang layak bersaing, UKK diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia industri kreatif, khususnya di bidang tata busana.






