Bantul — Upaya meningkatkan kompetensi guru di era digital terus dilakukan oleh para pendidik di berbagai satuan pendidikan. Salah satunya ditunjukkan oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 2 Bantul, Khuzaifah, yang mengikuti Webinar Jogja Belajar bertajuk “Balai Tekkomdik Inspirasi Pendidikan Indonesia.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Tekkomdik sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di tahun 2026.
Webinar seri ketiga ini mengangkat tema “Eksplorasi AI Berbasis Papan Interaktif Digital.” Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Webinar dapat diikuti melalui platform Zoom untuk 100 peserta pertama serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Noralia Purwa Yunita seorang praktisi pendidikan sekaligus penulis buku berjudul Gamification: Membuat Belajar Seasyik Bermain Game. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran melalui papan interaktif digital yang inovatif dan menarik.
Menurut Noralia, penggunaan papan interaktif digital yang dipadukan dengan teknologi AI dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara visual, interaktif, dan responsif sehingga siswa lebih mudah memahami konsep yang disampaikan.
Khuzaifah mengungkapkan bahwa webinar ini memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Ia menilai bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, perlu disikapi secara positif oleh para guru agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Webinar ini sangat inspiratif karena memberikan gambaran nyata bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Guru perlu terus belajar agar mampu menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan menarik bagi siswa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsep gamification yang dijelaskan oleh narasumber dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif. Dengan pendekatan yang menyerupai permainan, siswa dapat belajar dengan lebih santai namun tetap fokus pada tujuan pembelajaran.
Partisipasi Khuzaifah dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Ia menyampaikan bahwa keaktifan guru dalam mengikuti pelatihan dan webinar merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi, khususnya dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi.
“Saya sangat mengapresiasi guru-guru yang terus belajar dan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi seperti webinar ini. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru di MAN 2 Bantul semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pemanfaatan teknologi seperti AI dan papan interaktif digital dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan minat belajar siswa. Semangat belajar sepanjang hayat yang ditunjukkan para guru menjadi bukti komitmen MAN 2 Bantul dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. (khz)






