TELIKSANDI
NEWS TICKER

Sukses: Program Pemberdayaan Stimulan Minyak Kayu Putih di Dusun Raat Elen Oleh Dinas Sosial Kab. Buru

Kamis, 9 Juni 2022 | 8:40 am
Reporter:
Posted by: redaksi redaksi
Dibaca: 47

PULAU BURU MALUKU –  TELIKSANDI.ID | Pemberdayaan adalah upaya untuk memandirikan yang diberdayakan Dalam hal ini masyarakat. Kegiatan pemberdayaan juga bertujuan untuk mengubah taraf hidup masyarakat untuk mandiri fluktuasinya mengurangi ketergantungan masyarakat dan pemerintah desa terhadap pemerintah pusat. (09/06/2022).

Pernyataan diatas memiliki korelasi atau benang merah dengan kegiatan atau program yang dirintis oleh Dinas Sosial Kabupaten Buru dan Yayasan Al Islah (LKS) beberapa pekan terakhir di Desa Persiapan Raat Elen dimana dalam pantauan media ini telah sukses dalam menjalankan program stimulan minyak kayu putih dan hasilnya sudah dipasarkan dengan label KAT 126 (Komunitas Adat Terpencil) dan sudah tersertifikasi dengan label halal.

Diketahui bahwa program stimulan minyak kayu putih ini diproduksi secara manual dengan memanfaatkan prakarsa masyarakat dan kini sudah dinikmati hasilnya. Berkaitan dengan hal tersebut ketua kelompok program stimulan usaha minyak kayu putih, Salmon Behuku, SH menyampaikan ” ini merupakan terobosan baru yang patut diapresiasi, dan saya disini sebagai representasi dari kelompok usaha minyak kayu putih berharap bahwa terobosan-terobosan seperti ini harus terus dilakukan oleh pemerintah sebagai suatu strategi guna pengentasan kemiskinan di wilayah marginal”. Pungkas Behuku.

Dilain sisi Sekretaris kelompok usaha stimulan minyak kayu putih sekaligus sebagai kepala suku di Desa Persiapan Raat Elen Bpk. Slamet Behuku menyampaikan beberapa keluhan, yaitu “terobosan ini sudah bagus, cuman kami disini mengalami kendala yaitu terkait modal untuk membeli daun kayu putih, kemudian kalau bisa harus ada listrik guna mempermudah para pekerja dalam beroperasi untuk mengakses air. Terang kep. Suku.

Kep.suku Bpk. Slamet Behuku juga menambahkan kenapa harus butuh listrik?, karena dalam pengolahan minyak kayu putih ini sama halnya dengan kita mengukus nasi, jadi harus membutuhkan air, karena jarak air dari tempat produksi minyak kayu putih sangatlah jauh oleh sebab itu kami membutuhkan listrik untuk mengakses air dengan menggunakan sanyo. Ini bertujuan agar kita memperoleh hasil minyak kayu putih yang maksimal serta evektif dalam memproduksi hasil olahan minyak kayu putih. Tutup Kep. Suku. 

Penulis        : Soni Behuku
Publishere  : Selamet

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID