TELIKSANDI
NEWS TICKER

Mantapkan Persiapan Visitasi Adiwiyata 2026, MAN 2 Bantul Gelar Pendampingan Bersama DLHK DIY

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:12 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 7

Bantul, 13 Agustus 2026 — MAN 2 Bantul terus memantapkan kesiapan dalam menghadapi Visitasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Salah satu tahapan persiapan diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Persiapan Visitasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi DIY yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Aula MAN 2 Bantul, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur madrasah dalam menghadapi proses visitasi. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap indikator penilaian, kesiapan dokumen, pelaksanaan aksi lingkungan, serta berbagai aspek pendukung yang menjadi bagian dari penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi DIY Tahun 2026.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., memberikan perhatian terhadap proses persiapan visitasi sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan berbudaya lingkungan. Persiapan secara menyeluruh diperlukan agar seluruh program yang telah dilaksanakan dapat terdokumentasi dan terimplementasi secara optimal.

Kegiatan pendampingan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Azmi Muhammad Syauqi Bik, S.T., Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Penaatan, Pengkajian, dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK DIY.

Kehadiran narasumber dari DLHK DIY memberikan penguatan terhadap kesiapan MAN 2 Bantul dalam menghadapi visitasi. Pendampingan menjadi kesempatan untuk memperoleh pemahaman teknis mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program Adiwiyata, termasuk kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, dan keberlanjutan program lingkungan.

Persiapan menghadapi visitasi tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi. Program Adiwiyata menuntut adanya perubahan nyata dalam budaya dan perilaku seluruh warga sekolah atau madrasah. Oleh karena itu, berbagai program peduli lingkungan perlu dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

MAN 2 Bantul terus mengembangkan berbagai gerakan dan kegiatan yang mendukung terwujudnya madrasah peduli dan berbudaya lingkungan. Kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan air dan energi, pemanfaatan lingkungan madrasah, serta keterlibatan warga madrasah menjadi bagian dari upaya membangun budaya lingkungan secara berkelanjutan.

Pendampingan yang dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah berjalan. Setiap program perlu dipastikan memiliki manfaat yang jelas, melibatkan warga madrasah, serta memberikan dampak terhadap perubahan perilaku dan kondisi lingkungan hidup.

Keterlibatan guru dan pegawai memiliki posisi penting dalam keberhasilan program Adiwiyata. Guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi terkait lingkungan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan perilaku ramah lingkungan. Pegawai turut mendukung melalui pengelolaan fasilitas, kebersihan, pemanfaatan sarana, dan penerapan kebiasaan hemat sumber daya.

Kepala MAN 2 Bantul terus mendorong agar semangat peduli lingkungan tidak berhenti pada persiapan menghadapi visitasi. Program Adiwiyata diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. Dengan demikian, pencapaian predikat atau penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan pendampingan juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur MAN 2 Bantul. Persiapan visitasi membutuhkan koordinasi yang baik antara pimpinan, guru, pegawai, peserta didik, kader lingkungan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Berbagai bukti kegiatan dan dokumentasi menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Dokumentasi perlu menggambarkan proses dan hasil nyata dari kegiatan lingkungan yang telah dilaksanakan. Konsistensi antara program yang direncanakan, kegiatan yang dilakukan, dokumentasi, serta dampak yang dihasilkan menjadi perhatian penting dalam menghadapi proses visitasi.

Program Adiwiyata juga memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, menjaga tanaman, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk pendidikan karakter yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pendampingan bersama DLHK DIY diharapkan semakin memperkuat kesiapan MAN 2 Bantul dalam menghadapi Visitasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi DIY Tahun 2026. Masukan dan arahan teknis yang diperoleh menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan sebelum pelaksanaan visitasi.

Komitmen MAN 2 Bantul menuju madrasah peduli dan berbudaya lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Lingkungan yang bersih, hijau, tertata, dan terkelola dengan baik akan memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kesadaran warga madrasah terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.

Kegiatan pada Kamis, 13 Agustus 2026, menjadi salah satu tahapan strategis dalam perjalanan MAN 2 Bantul menuju Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Pendampingan bersama DLHK DIY memberikan penguatan bahwa keberhasilan program membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dokumentasi yang baik, serta perubahan perilaku yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID