Bantul – Kamis (13/8/2026), Halaman SMK Negeri 1 Bantul masih diselimuti hangatnya bara api unggun yang baru saja menjadi saksi ikrar ulang janji para anggota Pramuka se-Kwartir Ranting (Kwarran) Bantul. Namun, cerita malam itu belum usai. Setelah prosesi sakral yang penuh khidmat tersebut, giliran para pengurus Kwarran Bantul duduk bersama dalam suasana yang jauh lebih cair: sesi ramah tamah yang ternyata menyimpan begitu banyak cerita, keluh kesah, sekaligus harapan besar untuk masa depan kepramukaan di Bantul. Dan yang tak kalah menarik, unsur Kesiswaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul turut ambil bagian aktif di dalamnya!
Begitu prosesi ikrar rampung dan gemerlap api unggun mulai meredup, para pengurus Kwarran Bantul tidak lantas bubar begitu saja. Mereka justru berkumpul kembali dalam formasi lebih santai, duduk melingkar, saling bertukar pandang dan cerita. Perwakilan Kesiswaan MAN 2 Bantul yang sejak awal setia mendampingi jalannya ikrar, ikut melebur dalam lingkaran diskusi tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keterlibatan nyata madrasah dalam dinamika organisasi kepramukaan di tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, satu per satu pengurus bergantian menyampaikan laporan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang periode berjalan. Ada yang bercerita tentang suksesnya kegiatan tertentu, ada pula yang dengan jujur mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Tak sedikit pula yang memaparkan rencana dan agenda kegiatan yang akan digelar dalam waktu dekat. Kesiswaan MAN 2 Bantul turut menyimak dengan saksama, bahkan aktif memberikan tanggapan terkait sinergi program kepramukaan antara madrasah dengan Kwarran Bantul ke depannya.
Yang paling menarik dari sesi ramah tamah ini adalah keterbukaan para pengurus dalam menyampaikan kendala-kendala yang selama ini mereka hadapi di lapangan. Mulai dari persoalan koordinasi antar gugus depan, keterbatasan sumber daya, hingga tantangan menjaga semangat anggota di tengah padatnya aktivitas sekolah. Kesiswaan MAN 2 Bantul pun tak ketinggalan menyampaikan pandangannya, khususnya terkait tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan kegiatan kepramukaan dengan padatnya kurikulum madrasah, sebuah persoalan yang ternyata banyak dialami pula oleh sekolah dan madrasah lain di wilayah Bantul.
Momen paling emosional sekaligus penuh makna terjadi ketika para pengurus, termasuk perwakilan Kesiswaan MAN 2 Bantul, secara bergantian meminta nasihat langsung kepada Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Kwarran Bantul, Kusumardiono. Dengan penuh kesabaran, Kamabiran Kusumardiono mendengarkan satu per satu keluhan dan laporan yang disampaikan, tak terkecuali masukan dari unsur madrasah yang dinilai memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda.
“Setiap kendala itu pasti ada jalan keluarnya, asal kita mau duduk bersama dan mencari solusi secara kekeluargaan seperti malam ini. Termasuk masukan dari rekan-rekan madrasah seperti MAN 2 Bantul, ini sangat berharga karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan siswa setiap hari,” pesan Kusumardiono yang disambut anggukan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir.
Tak hanya memberikan solusi teknis, Kamabiran Kusumardiono juga menitipkan pesan moral yang begitu mendalam, mengingatkan bahwa menjadi bagian dari Gerakan Pramuka bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan amanah untuk membentuk karakter generasi muda. Pesan tersebut sontak membuat suasana malam itu menjadi lebih syahdu, tak terkecuali bagi perwakilan Kesiswaan MAN 2 Bantul yang turut merenungkan makna keterlibatan madrasah dalam ekosistem kepramukaan di Bantul.
Partisipasi aktif Kesiswaan MAN 2 Bantul dalam sesi ramah tamah ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya hadir sebagai penonton, melainkan sebagai mitra strategis yang turut memikirkan arah kemajuan kepramukaan di wilayah Bantul. Sinergi semacam ini diharapkan dapat terus terjalin, mengingat peran madrasah sangat vital dalam mencetak generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, dan siap membaktikan diri bagi negeri.
Malam itu pun ditutup dengan penuh haru. Bukan hanya api unggun yang telah menyalakan semangat Tri Satya di dada setiap anggota, tetapi juga kehangatan silaturahmi lintas lembaga yang menambah bekal berharga bagi seluruh pihak, termasuk Kesiswaan MAN 2 Bantul, untuk melangkah lebih baik ke depannya. Sebuah malam kolaborasi yang tak akan mudah dilupakan. (*)






