BANTUL – Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Bantul menjadi saksi hangatnya pertemuan lintas generasi pada Selasa, 10 Februari 2026. Sebanyak lima orang alumni lulusan tahun 2025 kembali ke almamater untuk menggelar sesi sharing khusus bagi siswa kelas XII. Fokus utama pertemuan ini adalah memberikan edukasi dan motivasi mengenai pemanfaatan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebagai jembatan bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki tekad kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Para alumni yang hadir merupakan mahasiswa aktif dari dua kampus ternama di Yogyakarta, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Kehadiran mereka disambut antusias oleh puluhan siswa kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Pertemuan ini dirancang secara santai namun sarat informasi, mulai dari cara sinkronisasi data di portal KIP Kuliah, pengisian berkas pendukung, hingga tips menghadapi seleksi wawancara beasiswa yang seringkali menjadi penentu kelolosan.
Salah satu alumni yang mencuri perhatian adalah Dzaki Putra Ramadhan, yang saat ini menempuh pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) UNY melalui jalur KIP Kuliah. Dalam paparannya, Dzaki menekankan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk masuk ke jurusan yang membutuhkan biaya praktik tinggi seperti DKV. Ia membagikan pengalamannya dalam menyusun portofolio sekaligus memastikan status ekonomi keluarganya terverifikasi dengan benar dalam sistem pusat agar tepat sasaran.
“Dulu saya sempat ragu untuk mengambil DKV karena bayangan biaya peralatan dan kuliah yang mahal. Namun, melalui KIP Kuliah, semua kendala itu terpatahkan. Kuncinya adalah kejujuran dalam pengisian data dan ketelatenan dalam melengkapi dokumen administrasi. Jangan pernah takut bermimpi kuliah di jurusan impian hanya karena masalah biaya. KIP-K adalah peluang emas yang disediakan negara untuk kita, asalkan kita mau berusaha dan teliti mengikuti setiap tahapannya,” ungkap Dzaki dengan penuh semangat di hadapan adik-adik kelasnya.
Selain Dzaki, rekan-rekannya dari UIN Sunan Kalijaga juga memberikan perspektif mengenai kehidupan kampus dan bagaimana beasiswa ini membantu mereka fokus belajar tanpa terbebani biaya UKT. Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis, di mana para siswa kelas XII aktif berkonsultasi mengenai teknis pendaftaran yang sering kali membingungkan bagi pemula.
Pihak BK MAN 2 Bantul berharap kegiatan sharing alumni ini dapat memicu kepercayaan diri siswa kelas XII. Dengan testimoni nyata dari para kakak kelas yang telah berhasil, diharapkan tidak ada lagi siswa yang mengubur cita-citanya hanya karena faktor ekonomi. Sinergi antara sekolah, alumni, dan siswa ini menjadi bukti nyata bahwa keluarga besar MAN 2 Bantul saling mendukung demi terciptanya generasi masa depan yang terdidik dan berdaya saing global.(krl)






