TELIKSANDI
NEWS TICKER

Kader Penggerak Adiwiyata MAN 2 Bantul 2025/2026 Menguatkan Tata Kelola Sampah Melalui Workshop Bersama BUMDes Guwosari

Minggu, 28 Desember 2025 | 8:07 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 149

Bantul — Upaya penguatan budaya peduli lingkungan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bantul kembali memperoleh momentum strategis melalui pelaksanaan Workshop Manajemen Pengelolaan Sampah oleh Kader Adiwiyata MAN 2 Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh Kader Penggerak Adiwiyata MAN 2 Bantul Masa Bakti Tahun 2025/2026 dan dilaksanakan pada hari pertama di Aula MAN 2 Bantul pada rentang waktu pukul 07.00 sampai dengan 11.00 WIB.

Workshop tersebut merupakan bagian integral dari strategi penguatan program Madrasah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) yang dikembangkan secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan Hj Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M. Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah ditempatkan sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan budaya sekolah yang berwawasan lingkungan, sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter dan kepemimpinan peserta didik.

Pelaksanaan workshop menghadirkan Direktur BUMDes Kalurahan Guwosari dan Sekretaris BUMDes Kalurahan Guwosari sebagai narasumber utama. Keterlibatan pengelola badan usaha milik desa tersebut memberikan perspektif praktis mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas dan ekonomi sirkular, khususnya dalam konteks pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Kader Penggerak Adiwiyata Masa Bakti 2025/2026 diposisikan sebagai garda terdepan dalam menggerakkan perubahan perilaku warga madrasah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyatukan visi, pemahaman, dan langkah kerja dalam pengelolaan persampahan di lingkungan MAN 2 Bantul. Melalui pembekalan ini, kader diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan madrasah ke dalam praktik nyata yang terukur dan berdampak langsung pada kebersihan, kesehatan, serta kualitas lingkungan belajar.

Hari pertama pelaksanaan workshop difokuskan pada penguatan pemahaman konseptual mengenai tantangan dan peluang pengelolaan sampah di satuan pendidikan. Sampah tidak lagi dipandang sebagai residu yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola melalui pendekatan reduce, reuse, dan recycle (3R). Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan MAN 2 Bantul yang menempatkan pendidikan lingkungan sebagai bagian integral dari sistem pembelajaran dan tata kelola madrasah.

Dalam kerangka kepemimpinan madrasah, kegiatan ini memperlihatkan konsistensi kebijakan yang mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam isu-isu lingkungan. Hj Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M. menempatkan kader Adiwiyata sebagai sumber daya strategis dalam membangun ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Workshop ini menjadi instrumen untuk memastikan bahwa setiap kader memiliki kompetensi dasar dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pengelolaan sampah.

Materi yang disampaikan oleh narasumber dari BUMDes Guwosari menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pemilahan di sumber, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali. Pengalaman pengelolaan sampah di tingkat kalurahan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sinergi antara kelembagaan, masyarakat, dan unit usaha dapat menciptakan model pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Pengetahuan tersebut menjadi referensi penting bagi kader Adiwiyata dalam mengembangkan sistem serupa di lingkungan madrasah.

Aula MAN 2 Bantul sebagai lokasi pelaksanaan hari pertama dipilih untuk memberikan ruang yang kondusif bagi proses pembelajaran, diskusi, dan perencanaan aksi. Interaksi intensif antara kader dan narasumber memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan mengenai inovasi pengelolaan sampah yang relevan dengan kondisi sekolah. Melalui proses ini, kader memperoleh inspirasi untuk mengembangkan program berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan riil warga madrasah.

Identitas kader yang ditampilkan melalui seragam OSIS putih–abu-abu dan sepatu hitam mencerminkan kedisiplinan dan keseragaman gerak dalam menjalankan peran sebagai penggerak lingkungan. Simbol tersebut juga memperkuat legitimasi kader dalam melaksanakan tugas-tugas edukatif dan operasional di lingkungan MAN 2 Bantul, baik dalam kampanye kebersihan, pemilahan sampah, maupun pengembangan program daur ulang.

Workshop ini juga berfungsi sebagai bagian dari proses kaderisasi yang sistematis. Kader Penggerak Adiwiyata Masa Bakti 2025/2026 dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengawal keberlanjutan program Adiwiyata lintas periode. Melalui pembekalan sejak awal masa bakti, kesinambungan kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan dapat terjaga dengan lebih baik.

Dalam perspektif yang lebih luas, kegiatan ini memperlihatkan komitmen MAN 2 Bantul untuk berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan melalui sektor pendidikan. Pengelolaan sampah sebagai isu global direspons secara konkret melalui program sekolah yang terstruktur dan berbasis partisipasi. Kolaborasi dengan BUMDes Guwosari memperkuat dimensi kemitraan antara madrasah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kontekstual dan aplikatif. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID