TELIKSANDI
NEWS TICKER

Kerusakan Sepanjang Aliran Sungai Gung: BBWS Pemali Juana Belum Audit Kerugian Negara

Rabu, 6 Agustus 2025 | 3:03 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 582

Tegal – 6 Agustus 2025 | Teliksandi.id – Kerusakan lingkungan sepanjang aliran Sungai Gung kini menjadi perhatian serius masyarakat. Aktivitas penambangan liar yang tidak terkendali telah menimbulkan dampak signifikan, seperti erosi tanah, perubahan alur sungai, dan pencemaran air.

Dampak dari aktivitas penambangan tersebut telah menyebabkan erosi parah di sekitar bantaran sungai, yang secara langsung mengancam stabilitas tanah dan meningkatkan risiko bencana seperti longsor. Selain itu, perubahan aliran sungai berdampak pada hilangnya fungsi sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air dan irigasi dari aliran Sungai Gung.

Tak hanya itu, kualitas air sungai pun tercemar akibat aktivitas tersebut. Pencemaran ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski kerusakan telah berlangsung cukup lama, hingga saat ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana belum melakukan audit untuk menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Menanggapi hal itu, Roni Bernad, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa I BBWS Pemali Juana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan bahwa penanganan terkait kerusakan lingkungan bukan merupakan kewenangannya.

“Itu kewenangannya lingkungan hidup, bukan di kami,” ujarnya singkat.

Padahal, dampak dari kerusakan tersebut telah menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sumber daya sungai dan ekosistem sekitarnya. Selain itu, risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor kian meningkat seiring rusaknya keseimbangan alam.

Untuk itu, perlu ada tindakan tegas dan koordinasi antarlembaga untuk menghentikan praktik penambangan liar, sekaligus memulihkan ekosistem yang rusak. Pemerintah, termasuk BBWS Pemali Juana dan instansi terkait lainnya, diharapkan segera melakukan audit kerugian negara serta pengawasan ketat terhadap aktivitas tambang yang merusak lingkungan.

Langkah ini penting demi menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang aliran Sungai Gung.

(Red: Lia)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID