Tegal – 6 Agustus 2025 | Teliksandi.id – Warga Desa Timbang Reja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, mengeluhkan kondisi jalan desa yang kian rusak akibat lalu-lalang mobil tangki pengangkut air bersih. Kerusakan tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan potensi bahaya.
Kerusakan jalan berupa amblas dan lubang-lubang dengan berbagai ukuran terjadi di sejumlah titik, terutama di jalur yang kerap dilintasi kendaraan bertonase berat. Hal ini membuat kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan terganggu.
“Akibat beban berat, jalan jadi amblas dan berlubang. Ini sangat mengganggu. Kami harap pemerintah desa maupun pihak terkait bisa segera memperbaiki,” keluh salah satu warga.
Berdasarkan informasi yang diterima Teliksandi, mobil-mobil tangki tersebut setiap harinya mengangkut air bersih dari mata air Tuk Suci di kawasan Gunung Slamet, yang kemudian ditampung di PT. Tirta Utama Perseroda unit Bregas. Air tersebut didistribusikan ke berbagai depo air isi ulang, kapal nelayan, hingga masyarakat yang terdampak kekeringan.
Setiap mobil tangki membawa air sebanyak 6.000 liter. Dalam sehari, diperkirakan terdapat sekitar 200 mobil tangki yang melintas di jalan desa ini. Adapun biaya distribusi air per tangki sebesar Rp300.000, yang terdiri dari:
-
Harga air: Rp100.000
-
Ongkos angkut: Rp150.000
-
Ongkos sopir: Rp50.000
Warga menilai, dengan intensitas dan beban kendaraan sebesar itu, seharusnya ada bentuk kompensasi untuk pemeliharaan infrastruktur desa.
“Dengan tonase seberat itu dan frekuensi yang tinggi, semestinya ada kontribusi atau kompensasi untuk perbaikan jalan. Ini menyangkut kepentingan bersama,” lanjut warga tersebut.
Ia juga mendorong agar segera diadakan koordinasi antara warga, pemerintah desa, dan pihak terkait, guna mencari solusi konkret atas kerusakan jalan yang terus memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
(Red: Lia)






