Sragen | Teliksandi.id –
Ketua Koperasi Bulog Pusat, Fatah Yasin, menegaskan bahwa seorang aktivis sejati tidak hanya dituntut memiliki kepekaan sosial, tetapi juga harus berjiwa mandiri secara ekonomi. Hal ini disampaikannya dalam forum diskusi publik yang digelar oleh KAHMI Majelis Daerah Sragen dengan tema “Memaksimalkan Peran KAHMI dalam Produksi dan Distribusi Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional”.
Acara tersebut dihadiri ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta alumni KAHMI. Diskusi berlangsung dinamis dan produktif dengan pemaparan Fatah Yasin mengenai peran Bulog sebagai penyelamat petani dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, kesejahteraan petani saat ini semakin terjamin ketika Bulog menetapkan harga beli gabah di angka Rp6.500 per kilogram. Dengan demikian, petani memiliki peluang menjual hasil panennya di atas Rp7.000 per kilogram. Apabila petani mengalami kesulitan menjual kepada pihak swasta, Bulog siap membeli gabah sesuai dengan harga ketetapan yang berlaku.
“KAHMI dan HMI harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan ketahanan pangan, tetapi tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada,” tegas Fatah Yasin.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari peserta forum. Bahkan, standing applause diberikan kepada Fatah Yasin di akhir penyampaian materinya. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penanda semangat kolaborasi antara KAHMI, HMI, dan Bulog dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
Redaksi: Dhani






