TELIKSANDI
NEWS TICKER

KKN UNS Surakarta Kelompok 48 Gelar Edukasi Pencegahan Stunting dan Optimalisasi PIK – R

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 9:03 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 423

Gunungkidul – Teliksandi.id.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 48 menggelar kegiatan bertajuk “Edukasi Pencegahan Stunting dan Optimalisasi Peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)” pada Sabtu (2/8/2025). Acara berlangsung di Pendopo Kantor Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, dan diikuti puluhan remaja perwakilan dari seluruh padukuhan di wilayah tersebut.

Kegiatan dimulai pada siang hari dalam suasana penuh semangat. Antusiasme remaja terlihat tinggi, mengingat isu kesehatan, khususnya stunting, masih menjadi perhatian serius masyarakat. Dukungan juga datang dari perangkat kalurahan serta tokoh masyarakat. Hadir mewakili Lurah Mulusan, Carik Kalurahan Bapak Andi, bersama Koordinator Kampung KB Mulusan, Bapak Widarto. Materi inti disampaikan oleh Ella Rahmawati, Sekretaris Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Gunungkidul.

Apresiasi dari Pemerintah Kalurahan

Dalam sambutannya, Bapak Andi menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi masa depan generasi muda. Ia menyebutkan, terdapat 44 anak di Kalurahan Mulusan yang saat ini tercatat mengalami stunting. Angka tersebut menjadi peringatan serius agar masyarakat segera mengambil langkah pencegahan.

“Gerakan edukasi yang digagas mahasiswa KKN UNS ini patut diapresiasi. Remaja sebagai generasi penerus perlu memahami sejak dini apa itu stunting, dampaknya, serta cara mencegahnya. Edukasi ini adalah modal awal untuk mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Andi.

Senada, Bapak Widarto menilai kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan keluarga dan pemberdayaan remaja di wilayah Mulusan. Menurutnya, remaja tidak hanya dihadapkan pada masalah stunting, tetapi juga tantangan lain seperti pergaulan bebas, narkoba, hingga kenakalan remaja.

“Kegiatan ini menekankan pembentukan perilaku hidup sehat. Harapannya, remaja kita lebih waspada terhadap hal-hal berisiko dan mampu mengembangkan pola hidup yang positif,” jelasnya.

Peran Strategis Mahasiswa KKN UNS

Ketua KKN UNS Kelompok 48, Bagus Prayogi Arahman, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mereka yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya remaja.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Edukasi pencegahan stunting adalah langkah strategis agar remaja bisa berkontribusi sejak dini dalam membangun generasi sehat dan berdaya,” kata Yogi.

Sementara itu, Mahib Fairuzabadi, Koordinator Kegiatan Sosialisasi, menekankan pentingnya peran PIK-R Mulusan sebagai wadah berkelanjutan bagi remaja.

“Optimalisasi PIK-R adalah kunci agar edukasi tidak berhenti pada satu kegiatan saja. PIK-R harus menjadi ruang diskusi, informasi, dan konseling bagi remaja, termasuk terkait isu stunting dan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR),” ungkap Mahib.

Dalam materi yang disampaikan, Ella Rahmawati menjelaskan secara detail mengenai stunting, mulai dari definisi, penyebab, dampak jangka panjang, hingga strategi pencegahannya. Ia menegaskan bahwa peran remaja sangat penting dalam membangun kesadaran keluarga sejak dini.

“Remaja adalah agen perubahan. Jika remaja Mulusan sadar bahaya stunting, mereka bisa mengedukasi lingkungannya. Pencegahan harus dimulai sebelum pernikahan, melalui pola hidup sehat dan kesiapan mental,” jelas Ella.

Harapan Jangka Panjang

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS Surakarta berharap remaja Mulusan semakin siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. PIK-R Mulusan juga diharapkan mampu berfungsi optimal sebagai pusat informasi dan pendampingan remaja.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi awal yang baik. Kehadiran PIK-R benar-benar menjadi agen perubahan, bukan hanya slogan. Remaja Mulusan harus mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan stunting agar generasi berikutnya tumbuh lebih sehat dan berkualitas,” pungkas Yogi.

Kolaborasi mahasiswa, pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, dan organisasi remaja menjadikan kegiatan ini momentum penting bagi Mulusan dalam mencetak generasi bebas stunting dan berdaya saing di masa depan.

(Redaksi : Faza)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID