TELIKSANDI
NEWS TICKER

Refleksi “History Maker” Tuntas Subagyo bersama Tikus Pithi Hanata Baris di Malam 1 Syuro

Sabtu, 28 Juni 2025 | 7:08 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 516

Sukoharjo — Teliksandi.id
Malam Tahun Baru Islam atau malam 1 Syuro, yang bertepatan dengan malam Kamis Pahing, menjadi momentum reflektif bagi Prof. Dr. (HC) Tuntas Subagyo, SAP., S.M., M.M., M.H., Ph.D., selaku Ketua Umum Dewan Pembina Yayasan Surya Nuswantara Wilwatikta (YSNW). Ia menggelar kenduri tumpeng dan doa bersama dengan para anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari seluruh Jawa Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Tempel, Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Dalam suasana khidmat, acara tersebut menjadi ruang kontemplasi atas sejarah berdirinya Tikus Pithi Hanata Baris dan YSNW yang telah dirintis sejak tahun 2014.

“Di malam Tahun Baru Islam ini, kami membuka kembali catatan perjalanan dan sejarah berdirinya Tikus Pithi Hanata Baris bahkan sebelum terbentuknya YSNW. Kami ingin para anggota kembali semangat menapaki perjuangan ke depan, bahwa yayasan ini berdiri untuk menyejahterakan rakyat kecil di seluruh Indonesia,” ujar Tuntas Subagyo kepada wartawan.

Lebih lanjut, Tuntas menjelaskan bahwa hingga saat ini YSNW telah memiliki jaringan di 36 provinsi di Indonesia. Tikus Pithi Hanata Baris menjadi simbol rakyat kecil yang tengah merapatkan barisan, berjuang bersama mewujudkan kesejahteraan nasional.

“Membangun yayasan ini tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak cobaan, badai, dan kerja keras yang harus kami hadapi. Namun kami yakin, perjuangan untuk masyarakat bawah akan membuahkan hasil. Insyaallah tinggal selangkah lagi menuju kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

Tuntas Subagyo, yang juga pernah maju sebagai calon bupati independen Kabupaten Sukoharjo, menegaskan bahwa dirinya tak gentar menghadapi tantangan. Ia juga mengumumkan bahwa Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) yang didirikannya akan ikut serta dalam Pemilu 2029 mendatang.

Ia menceritakan bahwa cikal bakal nama”Tikus Pithi Hanata Baris” berasal dari sebuah mimpi spiritual. Usai salat tahajud, ia bermimpi melihat barisan tikus putih berdiri berjajar di atas sajadah. Dari perenungan itulah nama tersebut lahir, dan hingga kini, organisasi ini telah memiliki puluhan ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tuntas yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKR dan Komisaris Utama PT Tuntastik Indonesia berharap ketiga lembaga yang dipimpinnya—YSNW, PKR, dan PT Tuntastik Indonesia—dapat menjadi motor perubahan nyata bagi masyarakat bawah.

“Kami prihatin masih banyak rakyat kecil yang hidup di jalanan, saya melihat sendiri anak-anak mengamen, mengemis sambil digendong orang tua mereka. Hati kami resah. Maka kami akan terus berjuang melalui program-program nyata untuk menciptakan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menutup refleksi malam 1 Syuro itu dengan harapan agar perjalanan Yayasan Surya Nuswantara Wilwatikta, Tikus Pithi Hanata Baris, Partai Kedaulatan Rakyat, dan PT Tuntastik Indonesia—termasuk pemberdayaan UMKM—dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan memberi dampak besar bagi masyarakat.

(Red/Uci)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID