BANTUL (Humas MAN 2 Bantul) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. Pada Senin (23/02/2026), madrasah yang dikenal dengan program keterampilannya ini resmi menyerahkan tiga siswi terbaik kelas XII Keterampilan Tata Busana untuk menjalani program magang industri di Modiste Sekar Sinawang, Palbapang, Bantul.
Ketiga siswi yang dijuluki “Srikandi Tata Busana” tersebut adalah Hajizah Mela Sari, Anis Sudarmaji, dan Yanuarti Eka Ratri. Kehadiran mereka di dunia industri merupakan langkah konkret madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar.
Rombongan madrasah yang dipimpin oleh guru pembimbing, Is Dwiyanti, S.Pd., tiba di Modiste Sekar Sinawang, Sumuran RT 02, Palbapang, tepat pukul 09.30 WIB. Kehadiran mereka disambut langsung oleh sang owner, Suherni. Suasana penuh kekeluargaan namun profesional mewarnai prosesi serah terima yang berlangsung di ruang produksi modiste tersebut.
Dalam sambutannya, Is Dwiyanti menekankan bahwa magang ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan jembatan emas bagi siswa untuk bertransformasi dari pelajar menjadi calon tenaga profesional.
“Kami menyerahkan siswi-siswi kami untuk ditempa di ‘kawah candradimuka’ Modiste Sekar Sinawang. Kami berharap mereka tidak hanya membawa pulang ilmu menjahit, tapi juga etos kerja, mentalitas pengusaha, dan ketelitian tingkat tinggi,” ujar Is Dwiyanti penuh harap.
Sebagai praktisi yang telah malang melintang di dunia mode, Suherni tidak membuang waktu. Sesaat setelah menerima secara resmi, ia langsung memberikan pembekalan mendalam mengenai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di tempat usahanya.
Dalam sesi orientasi tersebut, Suherni memaparkan beberapa poin krusial yang harus dipatuhi para siswi:
Kedisiplinan Waktu: Penekanan ketat pada jam kehadiran dan waktu pulang. “Di dunia bisnis, waktu adalah kepercayaan pelanggan,” tegasnya.
Etika dan Tata Tertib: Peraturan internal modiste yang harus dijaga demi kenyamanan pelanggan dan kelancaran produksi.
Kualitas Hasil Karya: Standar jahitan dan detail busana yang harus memenuhi ekspektasi pasar kelas atas.
Suherni mengapresiasi langkah MAN 2 Bantul yang terus konsisten menjalin kemitraan dengan UMKM lokal. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk regenerasi tenaga ahli di bidang tata busana yang saat ini permintaannya terus meningkat.






