TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jumat Pagi Makin Bermakna, Kelas XF Bergerak Wujudkan Madrasah Peduli Lingkungan

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:51 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 12

Bantul — Kegiatan kokurikuler Jumat pagi di MAN 2 Bantul kembali diisi dengan aktivitas edukatif dan bermakna. Pada Jumat pagi, Khuzaifah selaku wali kelas XF mendampingi peserta didik dalam kegiatan kokurikuler bertema “Pengolahan Sampah Organik”. Kegiatan berlangsung pukul 07.40–08.40 WIB dengan melibatkan siswa sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya MAN 2 Bantul dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik. Melalui kegiatan kokurikuler, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Khuzaifah mengarahkan siswa untuk mengenali jenis-jenis sampah organik yang dapat ditemukan di lingkungan madrasah. Siswa diberikan pemahaman bahwa sampah organik seperti daun kering, sisa makanan, dan bahan alami lainnya masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat.

Salah satu perwakilan siswa, Haris, turut terlibat dalam kegiatan dan menyampaikan pemahaman serta pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran. Keterlibatan siswa secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan madrasah.

Khuzaifah menyampaikan bahwa kegiatan pengolahan sampah organik sangat relevan untuk membangun kebiasaan positif siswa. Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Yang terpenting adalah membangun kesadaran dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan,” ungkap Khuzaifah.

Kegiatan kokurikuler tersebut berlangsung dalam suasana aktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan dan berdiskusi mengenai berbagai cara sederhana dalam mengolah sampah organik. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diharapkan dapat memberikan kesan yang lebih mendalam sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan perilaku peduli lingkungan di rumah maupun di madrasah.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau menilai kegiatan kokurikuler yang mengangkat isu lingkungan sangat penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mbak Khuza bersama para siswa. Pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya madrasah. Anak-anak perlu dibiasakan untuk peduli, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kebersihan lingkungan sejak dini,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti pengolahan sampah organik juga sejalan dengan komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

 

Kegiatan Jumat pagi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di MAN 2 Bantul dapat berlangsung melalui berbagai pengalaman nyata. Dengan semangat kolaborasi antara wali kelas dan siswa, kegiatan kokurikuler diharapkan terus menjadi ruang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID