TELIKSANDI
NEWS TICKER

Budaya 3S Ciptakan Lingkungan Madrasah yang Ramah di MAN 2 Bantul

Minggu, 30 Agustus 2026 | 1:31 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 4

Bantul (MAN 2 Bantul) – Budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) menjadi salah satu pembiasaan yang rutin diterapkan di MAN 2 Bantul. Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, guru piket bersama mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyambut kedatangan siswa di depan gerbang madrasah. Senyum, salam, dan sapaan yang diberikan kepada setiap siswa menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang ramah sekaligus membiasakan sikap santun sejak awal kegiatan belajar. 

Mahasiswa PK UNY turut berpartisipasi dalam kegiatan 3S secara bergantian sesuai jadwal piket yang telah ditentukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan di MAN 2 Bantul. Melalui piket pagi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan siswa dari berbagai kelas. Kegiatan tersebut juga membantu mahasiswa mengenal budaya dan kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. 

Kegiatan 3S setiap pagi tidak hanya menjadi rutinitas sebelum pembelajaran dimulai, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang baik antara guru, mahasiswa PK, dan siswa. Interaksi sederhana melalui senyum, salam, dan sapaan membantu menciptakan suasana yang lebih akrab sehingga siswa dapat memulai kegiatan belajar dengan nyaman. Pembiasaan tersebut juga mencerminkan kepedulian madrasah dalam membangun lingkungan yang ramah dan saling menghargai. 

Salah satu mahasiswa PK UNY, Putri Aulia, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan 3S memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dengan siswa di luar kegiatan pembelajaran. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mahasiswa mengenal siswa melalui interaksi sederhana yang dilakukan setiap pagi.

“Melalui piket 3S, kami dapat menyambut dan menyapa siswa ketika mereka datang ke madrasah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berinteraksi dengan siswa sebelum mereka mengikuti pembelajaran di kelas,” ujar Putri.

Putri menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa peran pendidik tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui interaksi sederhana saat piket pagi, mahasiswa dapat belajar membangun kedekatan dengan siswa sekaligus memahami pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif sejak awal hari.

Budaya 3S di MAN 2 Bantul menjadi salah satu pembiasaan positif yang mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang ramah dan saling menghargai. Melalui kerja sama antara guru piket dan mahasiswa PK UNY, kegiatan penyambutan siswa dapat berlangsung secara tertib setiap pagi serta menjadi bagian dari upaya menumbuhkan karakter santun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. (ann)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID