BANTUL — MAN 2 Bantul mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Wajib Kunjung Museum (WKM) yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, siswa MAN 2 Bantul berkesempatan mengunjungi Museum Rumah Garuda yang berada di Sumberbatikan, Trirenggo, Bantul.
Kegiatan WKM menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal sejarah, budaya, serta berbagai peninggalan yang memiliki nilai penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua siswa MAN 2 Bantul, Arkadian Prastia dan Garda Nugi Prakoso, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Sesampainya di Museum Rumah Garuda, para siswa mendapatkan penjelasan secara langsung dari pemilik museum, Nanang Rakhmad Hidayat, S.Sn., M.Sn. Dalam kesempatan tersebut, Nanang mengajak siswa memahami perjalanan terbentuknya lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, secara lebih mendalam.
Nanang menjelaskan bahwa Garuda Pancasila tidak sekadar sebuah gambar yang digunakan sebagai identitas negara. Di dalamnya terdapat sejarah panjang, proses perumusan, serta simbol-simbol yang mengandung nilai dan makna bagi bangsa Indonesia. Setiap unsur yang terdapat dalam lambang negara memiliki keterkaitan dengan dasar negara dan cita-cita kehidupan berbangsa.
Penjelasan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa karena selama ini Garuda Pancasila lebih sering mereka jumpai dalam buku pelajaran, ruang kelas, maupun berbagai fasilitas pemerintahan. Melalui kunjungan ke Museum Rumah Garuda, siswa dapat melihat berbagai koleksi dan memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai perjalanan lambang negara Indonesia.
Nanang juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pemahaman dan pengakuan masyarakat terhadap lambang negara saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sejarah dan makna Garuda Pancasila agar tidak sekadar mengenal bentuknya, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Keprihatinan tersebut menjadi pesan penting bagi para siswa. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka memiliki peran dalam menjaga identitas nasional dan menghargai simbol-simbol negara. Pemahaman mengenai sejarah Garuda Pancasila diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus kesadaran untuk merawat warisan kebangsaan.
Arkadian dan Garda tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan. Keduanya memperoleh pengalaman baru yang tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga membuka perspektif tentang pentingnya menjaga dan mengenalkan identitas bangsa kepada generasi berikutnya.
Kegiatan WKM Dinas Kebudayaan Bantul ini menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang pembelajaran yang menarik bagi generasi muda. Pembelajaran sejarah melalui kunjungan langsung mampu menghadirkan pengalaman yang lebih nyata dan bermakna.
Melalui kunjungan ke Museum Rumah Garuda, MAN 2 Bantul berharap siswa semakin memahami sejarah terbentuknya Garuda Pancasila, menghargai simbol negara, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia.






